Apa Itu Perkampungan Haji Indonesia?


bersamaislam.com -Ikhtiar Membawa Kenyamanan dan Kemandirian Umat di Tanah Suci

 “Allah akan selalu menolong seorang hamba, selama hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)

Setiap musim haji, ratusan ribu jemaah Indonesia datang ke Tanah Suci membawa harapan, keikhlasan, dan pengorbanan. Namun tidak sedikit dari mereka yang harus menghadapi tantangan: harga penginapan yang mahal, makanan yang asing, atau pelayanan yang tidak sesuai kebutuhan lansia dan pemula.

Di sinilah lahir sebuah gagasan besar: Perkampungan Haji Indonesia, sebuah kawasan khusus bagi jemaah Indonesia yang akan dibangun di dekat Masjidil Haram, Mekkah.


Usulan ini datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, pada Mei 2025. Seperti dilaporkan Setneg RI, MBS menyambut hangat dan membuka ruang pembicaraan lanjutan. Tak lama setelahnya, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i mengungkap bahwa pemerintah Saudi telah menyediakan lahan seluas 50 hektare di kawasan Jabal Umar, hanya beberapa ratus meter dari Masjidil Haram, yang akan diberikan sebagai konsesi kepada Indonesia selama 100 tahun (Kompas.com).

Untuk Apa Kampung Haji Ini?

Perkampungan Haji bukan hanya soal bangunan. Ia adalah upaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi jemaah Indonesia, sekaligus langkah menekan biaya haji yang setiap tahun terus naik. Kawasan ini dirancang memiliki penginapan yang terjangkau, rumah makan Indonesia, layanan kesehatan, dan tempat pembinaan ibadah — semuanya dalam satu kompleks.

Kepala Badan Pengelola Haji, M. Irfan Yusuf, menyebut bahwa selain untuk musim haji, kampung ini juga akan aktif melayani jemaah umrah sepanjang tahun. Bahkan akan ada ruang untuk produk halal dan UMKM Indonesia agar bisa hidup di jantung kota suci (Antara News).


Gagasan ini menjadi tonggak penting. Indonesia — negeri dengan jumlah Muslim terbesar di dunia — tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi mulai berperan aktif melayani jemaahnya sendiri. Ini bukan sekadar urusan negara, tapi bentuk kasih sayang terhadap para tamu Allah.

Mari kita doakan agar proyek ini dimudahkan Allah, agar setiap jemaah yang datang ke Baitullah bisa merasakan bahwa meski jauh dari tanah air, mereka tetap berada dalam pelukan negerinya.



Post a Comment

0 Comments