Pemerintah Komunis Cina Paksa Muslim Uighur Buka Restoran Saat Puasa

Pemerintah Cina memaksa restoran muslim Uighur tetap buka penuh selama Ramadhan, bila tidak mereka akan dikenakan denda.
Muslimah Uighur Cina

bersamaislam.com Xinjiang - Pihak berwenang di wilayah China barat laut menerapkan sejumlah peraturan dengan maksud untuk memelihara stabilitas di wilayahnya selama bulan Ramadhan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah setempat memaksa semua restoran untuk tetap buka sepanjang bulan suci Ramadhan. Peraturan tersebut dianggap oleh muslim Uighur Cina sebagai bagian dari usaha untuk melemahkan tradisi puasa Muslim disana yang telah berjalan ribuan tahun, dimana mereka selalu menutup restoran dan rumah makan saat siang bulan Ramadhan.

Menurut sebuah pengumuman yang diterbitkan baru-baru ini yang berjudul "Pemeliharaan Stabilitas Xinjiang 2017 tentang peraturan yang berlaku selama Ramadan," Biro Industri dan Distrik China telah menciptakan beberapa langkah untuk memastikan kedamaian dan keharmonisan selama bulan suci Ramadhan yang dimulai dari tanggal 26 Mei sampai 24 Juni 2017.

Biro yang juga mengatur izin bisnis alkohol untuk restoran tersebut akan memperkuat kontrol dan inspeksi di wilayah itu. Peraturan kontroversial tersebut dikeluarkan setelah serangkaian pertemuan yang diselenggarakan oleh Komite Partai Komunis Daerah Otonomi Xinjiang.

muslim Uighur sedang buka puasa

Pos pemeriksaan keamanan malam akan disiapkan untuk memastikan bahwa semua warga muslim yang membawa barang-barang yang mencurigakan akan diperiksa oleh pihak keamanan.

Di lain tempat, para siswa di daerah Qaraqash (Hoter Hetian) dipaksa untuk berkumpul pada hari Jumat lalu untuk belajar secara kolektif sambil menonton film dokumenter merah (film komunis).

Namun, seorang pejabat Komite Hukum Politik Cina menolak untuk menjawab pertanyaan dari organisasi muslim Uighur (RFA) yang menanyakan tentang maksud peraturan tersebut apakah dimaksudkan untuk menghentikan orang Uyghur untuk berpuasa dan berdoa selama bulan Ramadhan.

"Saya tidak bisa memberikan rincian tentang masalah ini. Sebaiknya Anda menanyakannya kepada sektor keamanan publik," kata salah seorang pejabat Cina yang tidak disebutkan namanya tersebut kepada media pada Senin (29/5).

Selain itu, Pemerintah China juga mengeluarkan peraturan larangan kepada sekolah dan orang tua di provinsi Muslim tersebut untuk menyebarkan agama kepada kaum muda di negara Cina.

Salah seorang muslim Uighur yang bekerja di sebuah restoran di sekitar wilayah tersebut juga mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk tetap buka selama bulan Ramadhan, yang merupakan perintah yang juga telah dikeluarkan seperti tahun-tahun sebelumnya di Xinjiang.

"Ya, kami diperintahkan untuk tetap membuka restoran kami," kata seorang anggota staf restoran muslim Uighur di kota Kashgar.

Namun, seorang pemilik restoran etnis Muslim Hui di ibukota Daerah Otonomi Ningxia, Yinchuan, mengatakan tidak akan menghiraukan peraturan pemerintah dan akan ia berkomitmen untuk menutup bisnisnya selama bulan Ramadan seperti yang dia lakukan setiap tahunnya.

"Saya telah menjalankan restoran ini selama 30 tahun dan saya tidak pernah mau mendengar perintah untuk tetap buka selama bulan Ramadhan," katanya.

Seperti diketahui, pejabat pemerintah Cina memerintahkan restoran dan toko yang menjual makanan dan minuman agar tetap buka saat puasa. Bila tidak digubris, maka mereka akan dikenakan denda dengan jumlah yang tidak sedikit.