Basuki Marah Anak-anak Kenakan Jilbab Saat Nyanyi Kartini

anak-anak dari RPTRA Cililitan

bersamaislam.com Jakarta - Tersangka penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan kemarahannya saat melihat penampilan anak-anak menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini" di atas panggung. Kemarahan itu ia sampaikan setelah anak-anak perempuan dari RPTRA Cililitan unjuk kebolehan dengan bernyanyi pada acara Rapat Koordinasi Daerah DPPAPP DKI Jakarta pada Kamis (27/4). Kekecewaan itu ia alamatkan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, Dien Emmawati yang menjadi penanggungjawab acara tersebut.

"Terus terang Bu, saya kecewa nih anak-anak diseragamkan seperti itu. Bukan kecewa karena jilbabnya, jangan sampai salah paham di luar nih," jelas Basuki kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (27/4).

Menurutnya, anak-anak seharusnya tidak memiliki persepsi yang salah dengan penggunaan jilbab. Ia kemudian menegaskan kembali bahwa jilbab bukanlah seragam sekolah atau seragam yang harus digunakan saat pementasan.

"Kerudung itu bukan seragam, jadi kalo Anda menyeragamkan itu namanya menghina, menista, menodai, menurunkan yang mulia ke bawah, nah yang ini harus jelas posisinya," tegasnya.

Menurut pejabat yang sering dianggap melindungi reklamasi tersebut, kostum yang cocok saat menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini" adalah mengenakan sanggul dan tanpa kerudung.

" Nah tadi saya liat, anak-anak nyanyi lagu "Ibu Kita Kartini" kok gak pakai sanggul. Waktu saya kecil, SD, SMP,  itu nyanyi Ibu Kartini semua sibuk pake sanggul semua anak-anak itu. Betul toh?" ujarnya.

Basuki bersikeras bahwa tidak boleh ada pihak sekolah yang memaksa siswinya harus berjilbab. Menurutnya, jika kerudung diwajibkan di sekolah, para siswi akan menganggapnya sebagai sebuah simbol agama.

Tersangka penista agama Basuki TP marah melihat anak-anak menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini" sambil memakai jilbab.

"Bu Dien tolong ya. Saya gak mau anak-anak mengenal kerudung sebagai seragam atau kostum untuk pementasan. Gak boleh itu. Jadi kalo anak-anak gak mau pakai sanggul, maunya pakai kerudung, ya silahkan aja. Tapi jangan anak gak pakai kerudung, Anda memaksa pakai kerudung biar kelihatan bagus. Ini Indonesia, ada yang kerudungan ada yang gak. Emang kenapa, ini Indonesia!," ungkapnya.

Basuki mengungkapkan bahwa ia tidak takut bila pernyataan yang berkaitan dengan agama tersebut menjadi kasus lanjutan baginya setelah kasus penistaan agama. Menurutnya ia sudah terbiasa dan tidak takut dilaporkan terkait masalah itu.

"Orang-orang ini bilang ke saya jangan ngomong masalah agama, ntar kamu malah dilaporin lagi. Saya udah terlatih, udah 21 kali disidang. Saya udah muak dengan kemunafikan-kemunafikan seperti ini," tegasnya.