![]() |
| Adegan saat sang pria berkata kasar kepada muslimah bercadar tersebut. |
bersamaislam.com Perth - Seorang muslimah bercadar menjadi sasaran pelecehan agama di sebuah pusat perbelanjaan di Perth, Autralia, anehnya saat itu tidak ada seorang pun warga yang mau membelanya. Kejadian tersebut berhasil direkam secara sembunyi-sembunyi oleh seorang netizen dan videonya diunggah ke laman Facebook SBS News Australia pada Jumat (24/2).
Dari suaranya yang bergetar, terlihat muslimah bercadar yang tidak disebutkan namanya tersebut merasa sakit hati dan kebingungan mengapa ada warga yang berkata sangat kasar dan rasis padanya. Dan ironinya warga pengunjung mal tersebut tidak ada yang peduli terhadap pelecehan tersebut. Kejadian tersebut menguatkan akan sejumlah survey yang menyebutkan kenaikan intensitas islamophobia di negeri kangguru tersebut.
Dalam percakapan itu muslimah tersebut menanyakan kepada pria yang melecehkannya tentang mengapa ia tidak boleh memakai pakaian bergamis dan bercadar tersebut.
"Apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya lakukan," tanyanya pada pria tersebut.
"Mengapa kau tidak berpakaian seperti orang Australia lainnya," balasnya.
Muslimah itu tidak tidak mengerti, tapi pria itu terus melanjutkan ocehannya.
"Mereka berpakaian tanpa f ------ (kata kasar-red) di wajah, di mana f ------ (kata kasar-red) wajah Anda? Apa yang Anda sembunyikan? dari f------ (kata kasar-red) Allah?," teriak pria tersebut dengan dengan kasar.
Ironinya, setelah mengucapkan kata yang sangat kasar dalam bahasa Inggris tersebut, sejumlah warga pengunjung mal yang menonton kejadian tersebut hanya diam dan tidak membela muslimah tersebut. Sejumlah netizen beranggapan bahwa sekarang Autralia memang sudah makin benci terhadap kehadiran Islam di negeri tersebut, dan mereka terinspirasi dari kemenangan Trump yang benci Islam namun banyak yang mendukung.
Hingga pria tersebut berlalu dari tempat kejadian, tidak ada seorang pun yang mau menegurnya atas prilaku yang tidak senonoh tersebut.
Salah satu survei terbesar yang dilakukan oleh salah satu organisasi di Autralia yang berkaitan dengan masalah rasisme di negara tersebut telah mengungkapkan bahwa sebesar 80,4 persen responden percaya bahwa adalah hal baik bagi masyarakat bila terdiri dari budaya yang berbeda-beda. Sebesar 63 persen dari sampel juga merasa tidak nyaman dengan intoleransi kepada Muslim Australia.
Kejadian tersebut membuat sejumlah netizen Autralia mengungkapkan pendapat yang bernada pro dan kontra.
"Untungnya kebanyakan orang Australia tidak seperti itu, saya meminta maaf yang tulus kepada sang wanita atas perilaku memalukan yang kurang sopan santun tersebut," ujar Frank Ainsley di laman Facebook-nya.
"Apakah Australia rasis? Tentu saja. Ini adalah salah satu negara yang paling rasis di dunia," tegas Anja Madzarac.
"Cadar harus dilarang di mana saja di masyarakat. Juga harus berlaku untuk pria dan wanita yang menutupi wajah mereka dan harus di protes serta di unjuk rasa. Apa gunanya dari kamera keamanan di mana-mana jika kita tidak dapat melihat wajah yang jelas. Ini adalah masalah keamanan!!!!," seru Ronnie James.
"Ingatlah bahwa perempuan ini telah memakai burka dan niqab di sepanjang hidup mereka. Mereka pasti merasa sangat tidak nyaman tanpanya. Ini bukan tentang budaya, ini tentang bagaimana mereka dipaksa terbiasa dengan realitas baru. Ini benar-benar menjijikkan!," kata Terese Lowe.
"Saya juga melihat prilaku menyembunyikan wajah seseorang sangat mengganggu publik. Entah bagaimana pun itu memiliki dampak emosional pada diri saya. Wajah adalah alat untuk kita berkomunikasi. Namun cadar tidak bisa berbicara, tidak bisa berkomunikasi. Lebih mirip penyumbat telinga. Ini sangat aneh," jelas Simon Horobin.
"Gambaran yang lebih besar di sini adalah mengapa dia di Australia kenapa dia bisa berjalan ke sebuah bank dengan wajahnya ditutupi. Jika saya berjalan ke sebuah bank mengenakan balaclava (sebo-red) aku pasti terkena masalah hukum? Apa bedanya? Aku bahkan tidak bisa ke stasiun bahan bakar mengenakan helm tertutup untuk membayar bahan bakar yang saya beli. Setidaknya dengan helm dengan wajah terbuka aku masih bisa diidentifikasi. Siapa yang didiskriminasi disini?," ungkap Kerry Crossingham.
"Larang burqa/niqab! Saya pikir sangat tidak sopan memakai itu di depan umum. Pemakainya dapat melihat wajah saya tapi saya tidak bisa melihat mereka. Ini bukan bagian dari adat masyarakat kita. Saya pikir Perancis benar dalam hal melarang hal tersebut. Australia harus melakukan hal yang sama," ungkap Martin Jackson.
"Orang itu hanya berani sama wanita yang sendiri. Aku yakin dia tidak akan berani bila suaminya ada. Dia pengecut yang menargetkan perempuan yang sendiri. Dan dia kemudian berani mengatakan bahwa pria muslim memperlakukan perempuan dengan buruk, tidak tau malu!," ketus Nadia Chantelle.
"Mengerikan, pria kecil yang mengerikan, Ini sudah melawan hukum dalam hal melecehkan, yaitu menggunakan bahasa yang kasar dan mengintimidasi seseorang di tempat umum. Tidak ada satupun warga dengan warna, ras atau keyakinan yang harus diperlakukan seperti ini. Mengingat sekarang sudah heboh di publik, saya berharap muslimah tersebut membuat pernyataan terkait hal ini di media," kata Bronwen Rosendale.
Berikut video pelecehan muslimah bercadar tersebut;
