Naikkan BBM dan Biaya STNK, Pemerintah Dianggap Kalap Cari Sumber Dana

Kebijakan pemerintah menaikkan biaya STNK dan BBM dianggap sebagai wujud pemerintah sedang kalap mencari sumber dana.
ilustrasi

bersamaislam.com Jakarta - Kebijakan pemerintah terkait kenaikan tarif listrik, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pengurusan Kendaraan Bermotor (BPKB) membuat rakyat berang, Tak terkecuali para netizen di dunia maya. Selain mengecam langkah pemerintah yang telah menyusahkan rakyat tersebut, mereka juga menganggap langkah tersebut sebagai wujud pemerintah sedang kalap mencari sumber dana.

Kebijakan kontroversial Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut juga diprotes oleh DPR karena dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang mencapai tiga kali lipat, tarif dasar listrik serta bahan bakar minyak (BBM) membuat rakyat semakin menderita.

Salah seorang anggota DPR yang bernama Agus Hermanto mengingatkan agar Jokowi memikirkan ulang kebijakan tersebut. Menurut penjabat Wakil Ketua DPR tersebut, kebijakan yang diambil Jokowi sudah menyusahkan masyarakat.

"Masyarakat sudah mengalami beban ekonomi yang sangat berat, cabe rawit aja harganya sampai Rp100 ribu," tegas Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, seperti dilansir Sindonews pada Kamis (5/1).

Terkait kenaikan harga-harga yang telah menyusahkan rakyat tersebut, sejumlah netizen mengungkap kegeramannya di media sosial Facebook.

"BBM udah 3X naik, tarif listrik 900 naik, biaya STNK dan BPKB juga naik. Wah mantap nih pemerintah semakin banyak dpt devisa negara atau devisa kantong sendiri? hihihi. Tapi tak apalah kita gak boleh suudzon terus terhadap kebijakan pemerintah, mungkin tujuan mereka ingin menutupi defisit anggaran negara," tulis Khalifah Wahyu Pradana di laman media sosialnya.

"Sudah kena penyakit parah Indonesia. Bentar lagi meninggal lah Indonesia ni. Segala jenis kebutuhan masyarakat harganya naik kepuncak gunung berlipat-lipat. Bahan pokok naik: BBM,sembako,tagihan listrik naik,tagihan air PDAM naik,BPKB,STNK, Listrik padam sampai berjam2 tdk ada pemberitahuan kepada masyarakat,coba giliran kenaikan harga cepat pemerintah memberi tahukan kepada masyarakat, Bisa pula listrik padam tanpa ada angin kencang hujan deras sampai 10 jam ,pada awal tahun 2017, Mungkin narkoba masuk k Indonesia makanya listrik dpadamkan, Kalau gak kenapa di padamkan? Terus kalau gak sanggup kerja d pemerintahan bagus get out , byk yang berkompeten orang Indonesia. Hutang negara 3 hari bs lunas d ambil Dari uang BBM Dari sabang smpe merauke permenit d ambil,tapi harus tanpa korupsi,ITU aja koq repot,
MPR,DPR,DPD,DPRD,modom sajo ho. Menangis2 liat negara Ku Indonesia perut pejabat buncit makan uang haram. Perut rakyat busung lapar tidak makan," tegas Linii Ony Shalha.

"Naikkan biaya urus STNK dan Listrik naik, Pemerintah kalap cari sumber uang," ujar Mujadedi Shibghotulloh.