"HABIB RIZIEQ, PEMERSATU UMAT"

Habib Rizieq Syihab

bersamaislam.com - Beberapa tulisan mengupas posisi Dr Habib Rizieq Syihab yang kini menjelma menjadi pemimpin politik Islam di Indonesia. Apalagi setelah dengan tegas ia berani menyampaikan kebenaran di depan Presiden dan elit lainnya dalam khutbah Jum'atnya di Monas pada aksi 212 yang lalu.

Pengakuan terhadap posisi Habib Rizieq sebagai pemimpin politik umat Islam saat ini tentu sangat beralasan.

Di Indonesia, tidak banyak tokoh agama yang berani membangun gerakan Nahi Mungkar sebagaimana yang dilakukan Habib Rizieq dengan FPInya. Terlepas bahwa FPI bukanlah gerakan "malaikat" yang tidak punya cela, namun yang jelas Nahi Mungkar adalah tuntutan Islam setelah Amar Makruf.

Dugaan saya, diam-diam nurani umat Islam menyimpan rasa cinta dan rindu kepada Habib Rizieq. Apalagi, publik jelas bisa membaca dengan baik reputasi jaringan yang selalu menyerang beliau dan gerakan Nahi Mungkarnya yang penuh resiko itu.

Faktanya, seruan Habib Rizieq dan para ulama lain untuk Aksi Bela Islam mendapatkan antusiasme besar dari umat Islam. Puncaknya adalah aksi bela Islam 212 yang lalu.

Sambutan luas umat Islam atas seruan untuk bela Islam menandakan Habib Rizieq adalah tokoh yang memiliki reputasi baik di mata umat Islam Indonesia.

Habib Rizieq memang terkenal dengan fikiran beliau yang Tawasuth, tidak bablas ke kanan seperti segelintir komunitas yang hobi membid'ahkan (seperti membid'ahkan demo), apalagi terjebak ke kiri seperti segelintir pihak yang tidak jarang justru menunjukkan dukungannya kepada aliran-aliran sesat dan kafir sehingga sangat membingungkan ummat. Bahkan, ia juga sangat tegas atas penistaan agama yang dilakukan Ahok. Intinya, Habib Rizieq konsisten atas garis Islam.

Tapi disisi lain, Habib Rizieq juga menghargai perbedaan keyakinan. Kita bisa melihat beberapa foto beliau dengan orang-orang non muslim.

Habib Rizieq memiliki reputasi baik dalam agenda Wihdatul Ummah (persatuan ummat). Ia dekat dengan ulama tradisional, para Kyai di Jawa dan abu-abu di Aceh. Kita bisa lihat foto-foto beliau dengan ulama-ulama tradisional di Aceh. Saat ke Aceh, Habib Rizieq betul-betul dihargai sebagai Sang Ulama dan keturunannya Rasulullah Saw.

Bukan hanya itu, Habib Rizieq nampak juga tidak anti dengan gerakan Islam politik yang berkiprah di jagad perpolitikan Indonesia saat ini. Saya belum pernah mendengar ceramah Habib Rizieq yang menghujat gerakan Islam politik, sebagaimana yang dilakukan sekelompok orang yang mengaku "kaum salaf" yang sangat membenci Asy'ariyah-Maturidiyah dan kelompok Hizbi (Islam politik) yang hal ini bisa kita simak dalam ceramah-ceramah dan buku mereka.

Di saat kita gelisah dengan gerakan komunisme yang kembali marak akhir-akhir ini, ternyata lagi-lagi Habib Rizieq telah memiliki pandangan yang jauh dan analisa yang sangat tajam. Dalam ceramahnya di Youtube, Habib Rizieq mengupas tuntas ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia yang berasal dari gerakan komunisme.

Pendek kata, Habib Rizieq betul-betul telah maju ke depan menjaga bangsa ini. Ia telah siap menjadi martir.

Saya lalu membaca beberapa catatan sejarah tentang para Habib. Ternyata, para Habib memang kaum pejuang. Dalam darahnya mengalir semangat juang para pendahulunya, sampai kepada Rasulullah Saw, Sang tokoh Revolusioner sejati yang dengan izin Allah telah merubah jazirah Arab yang tandus menjadi mercusuar bagi peradaban.

Di Aceh, para Habib telah secara turun temurun menjadi ulama dan pejuang. Mereka memberikan pencerahan kepada umat, sekaligus menjadi pahlawan yang berada di garda depan dalam melawan kaum kapitalis penjajah durjana yang menjajah bangsa ini. Mereka melawan para kafir durjana dan lalu hidup dalam kemuliaan, atau meninggal dengan memperoleh gelar sebagai Syuhada.

Nampaknya, Habib Rizieq sedang menjalankan hal serupa. Setiap orang ada zamannya, dan setiap masa ada tokoh (rijal) nya. Habib Rizieq adalah adalah tokoh ummat di zaman ini. Jutaan ummat Islam kini menunggu setiap kalimat yang akan diucapkan Habib Rizieq, bersama para ulama lainnya.

Semoga Allah Swt senantiasa menjagamu wahai guru ummat. Semoga Allah Swt menjaga bangsa ini dari setiap kejahatan para mafia.

Darussalam, 5 Desember 2016

Teuku Zulkhairi


Post a Comment

0 Comments