Profil Imam Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman As-Sudais


Profil Singkat Imam Besar Masjidil Haram, Syaikh Prof Dr Abdurrahman As Sudais
Imam besar Majidil Haram Mekkah, Syaikh Abdurrahman As Sudais, bersama Presiden Joko Widodo, saat mengungjungi Indonesia

bersamaislam.com - Apakah anda mengenal Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman as-Sudais? Insya Allah tentu anda sudah sangat familiar dengan nama tersebut, atau minimal anda sudah akrab dengan suara beliau. Syaikh As Sudais adalah salah seorang ulama Arab Saudi yang cukup dikenal di Indonesia. Sebagai buktinya, jika kita berjalan ke berbagai toko ataupun lapak yang menjual berbagai rekaman tilawah Al Qur’an, maka hampir pasti dapat kita temukan rekaman murottal Al Qur’an oleh Syaikh as-Sudais. Ulama yang memiliki nama lengkap Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais (الشيخ عبد الرحمن بن عبد العزيز بن عبد الله بن محمد السديس) ini dikenal luas di Indonesia sebagai seorang pakar tilawah Al Qur’an al-Kariim. Berikut akan kami sajikan profil beliau secara singkat, yang kami peroleh dari konsultasisyariah.com.

Kehidupan dan Pendidikan 

Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman as-Sudais paling dikenal oleh masyarakat sebagai seorang imam di Masjidil Haram, Makkah, dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, wajar saja jika ada orang yang menyangka bahwa beliau adalah dilahirkan dan besar di sekitar Makkah. Akan tetapi, ternyata beliau lahir di al-Bukairiyah, sebuah kota yang terletak di provinsi al-Qasim, sebelah timur laut dari provinsi Makkah.

Tahukah anda, beliau pertama kali diangkat menjadi imam sekaligus khatib di Masjidil Haram pada tahun 1404 Hijriah, pada usia yang masih sangat muda yakni 22 tahun. Sedangkan debut perdananya menjadi imam shalat di masjid paling suci bagi ummat Islam tersebut adalah pada 22 Sya’ban 1404 Hijriah. Pada bulan depannya, yakni 15 Ramadhan 1404 Hijriah, barulah beliau berkesempatan untuk pertama kalinya memberikan khutbah di Masjidil Haram.

Empat tahun kemudian, yaitu 1408 Hijriah, Syaikh berhasil menyelesaikan pendidikan S-2 dari Universitas al-Imam Muhammad bin Saud, jurusan Ushul Fiqih, dengan status Cum Laude. Lalu beliau melanjutkan studi doktoral (S-3) di Universitas Ummul Qura, Makkah, dan berhasil menyelesaikannya dengan status Cum Laude. Penulisan disertasi beliau dibimbing oleh Syaikh Prof. Ahmad Fahmi Abu Sanah dalam penulisan disertasinya, dan disidang oleh Syaikh Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin at-Turki serta Syaikh Dr. Ali bin Abbas al-Hakami dalam mempertahankan disertasinya. Disertasi beliau pun dicetak tahun 1416 Hijriah Setelah itu, beliau mendapatkan gelar profesor dalam bidang fiqih, tepatnya Ushul Fiqih.

Perjalanan Dakwah

Selain aktif menjadi imam di Masjidil Haram dan membina ummat di negeri tauhid Saudi Arabia, beliau pun menyempatkan untuk pergi berdakwah dan menjalin silaturahmi ke berbagai negara, berjumpa dengan ummat Islam di seluruh dunia. India, Pakistan, Malaysia dan Inggris adalah beberapa negara yang pernah beliau kunjungi. Termasuk negeri kita, Indonesia, pernah pula beliau singgahi pada hari Jum’at tanggal 31 Oktober 2014 lalu. Saat itu beliau menyempatkan diri untuk bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, lalu setelahnya beliau melaksanakan shalat Jum’at dan bertindak sebagai imam di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Penghargaan Dari Ummat

Selain doa dari segenap kaum muslimin atas jasa-jasa beliau yang besar kepada ummat, beberapa organisasi pun memberikan penghargaan khusus kepada beliau. Di antaranya pada tahun 2005, Syaikh As Sudais dianugerahi penghargaan sebagai Islamic Personality Of the Year atau Tokoh Muslim Berpengaruh dari Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) Organizing Committee. Kemudian pada tahun 2012, tepatnya pada tanggal 8 Mei, beliau juga diangkat menjadi kepala presidensial kepengurusan Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah.