Bela Al-Quran, Syaikh Ali Jaber Siap Mati di Indonesia

photo Syekh Ali Jaber mengatakan siap mati di Indonesia saat ikut dalam rombongan aksi penjarakan Ahok yang telah menghina Al-Quran
Syekh Ali Jaber saat mengikuti demo Bela Islam pada 4 November

bersamaislam.com Jakarta - Sejumlah tokoh ulama Indonesia ikut hadir dalam aksi Bela Islam 4 November di Jakarta. Salah satunya Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber. Ulama kelahiran Madinah, 3 Februari 1976 ini ikut dalam rombongan aksi di Mesjid Istiqlal dan Bundaran HI dan menyatakan siap mati dalam perjuangan menegakkan kemuliaan Islam tersebut.

Dalam aksi tersebut, ulama yang berumur 40 tahun tersebut menuntut agar petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera diproses hukum atas penistaan Al-Qur’an yang dilakukannya di Kepulauan Seribu beberapa waktu yang lalu.

Dalam aksi itu, ulama yang pernah menjadi juri pada acara Hafiz Indonesia tersebut membacakan ayat suci Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 10 hingga 18 dengan terisak dan menangis.

Ulama yang pernah ikut berperan dalam sebuah film dakwah berjudul Syurga Menanti tersebut mengungkapkan bahwa pada malam sebelum berangkat ia telah memberi surat wasiat kepada istrinya.

"Semalam saya menulis sebuah surat wasiat. Sekalipun saya lahir di Madinah, namun saya siap mati di Indonesia," ujarnya pada Jum’at (04/11).

"Bahkan saya sudah membeli kain kafan. Saya bilang kepada keluarga, jangan tunggu saya pulang kecuali sampai persoalan ini diselesaikan," ujarnya seperti dilansir Kiblat pada Jumat (4/11).