Inilah Tata Cara Sholat Taubat yang Benar

Tata cara shalat taubat yang benar menurut tuntunan hadist yang shahih
ilustrasi

bersamaislam.com - Shalat Taubat adalah shalat yang dilakukan saat seorang muslim memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan kemaksiatan dan dosa. Shalat Taubat juga dilengkapi dengan Istighfar dan doa-doa agar pertobatan seorang muslim diterima oleh Allah SWT. Berikut akan dikupas seputar tata cara sholat taubat yang benar menurut tuntunan hadist yang shahih.

Shalat Taubat dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan. Jumlah rakaatnya adalah 2, 4 dan 6 rakaat dan melakukan salam di setiap dua rakaat.

Seperti dilansir 10 Dosa Besar, waktu-waktu yang haram untuk shalat dinukilkan dalam hadits shahih berikut;

"Tegakkanlah shalat shubuh kemudian berhentilah mengerjakan shalat hingga matahari terbit dan agak meninggi, karena terbitnya matahari pada waktu itu di antara dua tanduk setan. Dan ketika itu (sebagian) orang-orang kafir (penyembah matahari) sujud kepada matahari, kemudian setelah itu kerjakankah shalat, karena sesungguhnya shalat pada waktu itu disaksikan dan dihadiri (oleh malaikat), hingga hilangnya bayang-bayang pada sebuah tombak, kemudian tahanlah diri dari mengerjakan shalat, karena saat itu neraka jahannam sedang dibakar. Kemudian jika telah muncul bayang-bayang maka kerjakanlah sholat (sunnah) karena sesungguhnya shalat pada waktu itu disaksikan dan dihadiri (oleh malaikat), hingga engkau mengerjakan shalat ashar, kemudian berhentilah mengerjakan shalat sampai matahari benar-benar tenggelam, karena waktu itu tenggelamnya matahari diantara dua tanduk setan, dan pada saat itu orang-orang kafir (penyembah matahari) bersujud menyembah matahari. (Shahih, HR. Muslim)

Dengan begitu, berarti waktu-waktu yang diharamkan untuk shalat adalah sebagai berikut. :
1. Pukul 06.00 - 07.00 WIB
2. Pukul11.30 - 12.00 WIB (Dhuhur)
3. Pukul 17.30 - 18.00 WIB (Maghrib)

Berikut adalah tatacara Shalat Taubat secara ringkas:

1. Berwudhu' dengan sempurna dan teratur.

2. Membaca niat Shalat Taubat :

"Ushalli sunnatat-taubatii rak'atainii lillaahii ta'aalaa. Allahu akbar"

Artinya :
"Saya berniat shalat taubat dua raka'at karena Allah Ta'ala. Allahu akbar.

3. Shalatlah seperti biasa dengan khusyu dan mata tidak tertutup. Rakaat pertama dianjurkan baca QS. Al Kaafiruun (109) dan rakaat kedua dianjurkan membaca QS. Al Ikhlash (112).

4. Perbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah saat sujud.

5. Terakhir lakukan Salam.

Berikut adalah doa setelah Shalat Taubat;

- Lafadzkan Zikir "Subhanallah wa bihamdih" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak-banyaknya.

- Kemudian perbanyak Istighfar "Astaghfirullahal 'azhim, alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih, taubata 'abdin zhalimin la yamliku linafsihi dharran wa laa naf'aa wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuura." (Aku mohon ampun kepada AllahYang Maha Agung. Aku mengaku bahwa tiada Tuhan selain Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, (taubat yang sesungguhnya), taubat seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya untuk berbuat mudharat atau manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti).

- Lafadzkan "Rabbanaa atmim lanaa nuurana waghfirlanaa, innaka 'alaa kulli syai-in qadiir" (Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu). QS. At-Tahrim (66) : 8

Ketika seorang muslim bertaubat, hendaknya berdoa agar Allah memberikan cahaya baginya. Setelah itu ia tidak boleh mengulangi perbuatan dosanya karena arti dari Taubat adalah sadar dan memohon ampunan Allah, bertekad tidak akan mengulangi perbuatan dosanya lagi serta harus mengembalikan hak orang lain yang sekiranya sudah dia ambil.

Ganjaran dari Allah SWT terhadap orang yang bertaubat adalah;
1. Mendapat ampunan Allah,
2. Mendapatkan Syurga, bisa berarti surga dunia dan syurga akherat
3. Hidup kekal nanti di dalam syurga,
4. Mendapat pahala terbaik yang akan menambah timbangan kebaikan di akhirat nanti.