7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Ta'aruf

Inilah cara ta'aruf yang sesuai dengan syari'at Islam dan sunnah Rasulullah SAW
Ilustrasi (img:warnaindonesiaphoto)

bersamaislam.com - Sudah menjadi ketetapan Allah SWT dimana manusia membutuhkan pasangan. Lali-laki membutuhkan perempuan, begitupula sebaliknya. Cara yang halal untuk menyatukan kedua insan adalah dengan menikah, tentunya sebagai ummat Islam diharuskan memulainya dengan langkah yang benar, yaitu ta'aruf (perkenalan) yang sesuai dengan syariat Islam.

Karena itu pria muslim diharapkan tidak mudah mengatakan ta'aruf dengan seseorang. Ia harus memahami dahulu apa arti ta'aruf sebenarnya sebelum berani mengatakannya kepada muslimah yang akan dipinang.

Taaruf merupakan syariat Islam yang suci dan tidak boleh dikotori. Sebuah syariat harus ditegakkan dengan baik dan tidak melanggar ketentuan dari Allah SWT. Bila belum mampu untuk menikah maka diharapkan tidak memulai taaruf karena hal tersebut bukan untuk main-main.

Disini pasangan yang menjalani taaruf harus mampu memikul semua perasaan cinta dan kasih sayang yang benar-benar suci dan sesuai dengan syariat. Cinta haruslah dikelola dengan baik, terutama cinta kepada Allah SWT, Rasulullah SAW dan cinta terhadap orang-orang yang beriman.

Jadi tidak boleh menjalin cinta secara murahan atau bahkan melanggar syariat Allah SWT.

Berikut akan dijelaskan beberapa hal terkait taaruf yang sesuai syariat, yaitu ta'aruf Islami yang akan memberkahi cinta dalam merangkai mahligai rumah tangga. Seperti dilansir AkuIslam pada (8/6/2011), inilah langkah-langkah yang harus dilakukan saat bertaaruf;

1. Melakukan shalat Istikharah dengan khusyu' dan ikhlas

Setelah Anda mendapat data dan foto sang muslim/muslimah, lakukan shalat istikharah dengan serius, ikhlas dan sabar, agar Allah SWT memberi jawaban yang terbaik bagi Anda.

Saat shalat istikharah, usahakan jangan sampai ada kecenderungan kepada calon yang telah diberikan kepada kita, namun ikhlaskan hasilnya hanya pada Allah semata.

Luruskan niat, bahwa menikah benar-benar untuk membina rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.

Dengan cara ini, biasanya Anda akan mendapatkan suatu keyakinan yang teguh dan sesuai dengan apa yang diniatkan.

2. Menentukan Jadwal Pertemuan Dengan Calon (Ta'aruf secara Islami)

Setelah Anda mendapatkan data pribadi yang lengkap, seterusnya harus dilakukan pertemuan yang diatur oleh Murabbi (ustadz/ustadzah) masing-masing.

3. Usahakan Ajukan Pertanyaan Sedetil-detilnya dan Selengkap-lengkapnya

Saat pertemuan diadakan, masing-masing calon haris didampingi oleh Murabbi masing-masing. Setelah itu para calon saling bertanya sampai selengkap-lengkapnya, mulai dari informasi pribadi, seputar keluarga, hobi, penyakit yang diderita, kekurangan, visi dan misi tentang rumah tangga, hingga pertanyaan yang sensitif sekalipun.

Pada tahap ini biasanya pihak pria maupun perempuan biasanya malu-malu dan gugup, bisa jadi karena tidak mengenal sebelumnya. Namun kedua calon harus fokus pada pertanyaan dan harus menjawab pertanyaan sejujur-jujurnya karena mereka akan menjadi pasangan seumur hidup jadi harus mengenal pasangannya secara detil.

Bila kedua calon fokus terhadap pertanyaan dan mau menjawab dengan jujur, maka seiring waktu keadaan pertemuan taaruf tersebut akan menjadi cair. Untuk mencapai suasana yang santai itu diperlukan peran pembimbing (ustadz/ustadzah) yang harus memberikan keluasan dan memberi motivasi kepada kedua calon untuk bertanya tanpa malu-malu. Bisa juga dengan diselingi humor agar suasana tidak menjadi kaku dan terlalu serius.

4. Menentukan Jadwal Ta'aruf dengan Keluarga Perempuan

Setelah melakukan ta'aruf dengan lancar dan bisa saling menjawab pertanyaan secara detil, maka setelah itu bila pihak pria merasa cocok dengan visi dan misi calon perempuan, pihak pria harus segera melakukan ta'aruf ke rumah pihak perempuan dengan maksud agar dikenal oleh keluarganya. Saat proses ini perlu diingat agar pihak pria tidak datang seorang diri. Hal ini untuk menghindari fitnah dan untuk membedakan dengan budaya orang yang berpacaran.

5. Keluarga Pihak Pria Mengundang Pihak Perempuan ke Rumahnya

Dalam proses yang murni ini, wajar bila orang tua pihak pria ingin mengenal lebih jauh calon menantunya. Dan juga saat datang ke rumah pihak pria, pihak perempuan juga ditemani ustadzahnya untuk menghindari fitnah.

6. Menentukan Waktu untuk Meminang

Setelah terjalin silaturrahim dikedua belah pihak dan merasa cocok diantara keduanya, serta sudah sesuai visi dan misi kedua belah pihak, maka proses ini tidak boleh ditunda terlalu lama. Kedu belah pihak harus segera menentukan waktu untuk mengkhitbah (meminang). Jarak waktu antara ta'aruf dengan khitbah tidak boleh terlalu lama, karena akan mudah menimbulkan fitnah.

7. Menentukan Waktu dan Tempat Pernikahan

Dalam Islam, semua hari dan bulan adalah baik. Kedua belah pihak harus menghindari mencari tanggal dan bulan baik, karena takut akan jatuh ke arah syirik. Kemudian lakukan upacara pernikahan yang sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu dengan acara yang sederhana, turut mengundang anak yatim piatu, memisahkan tamu pria dan wanita saat walimah, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan berlebihan) serta makanan dan minuman yang disajikan tidak berlebihan dan mubazir. Semoga dengan menjalani cara ta'aruf secara Islam di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah yang akan menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun di akhirat.