Polisi Jerman Tutup Pameran Lukisan Palestina

Pameran Palestina di Jerman dibatalkan secara sepihak oleh polisi kota Heidelberg karena dinilai telah melanggar etika politik
Demo Palestina di Jerman

bersamaislam.com Berlin - Sebuah pameran yang menyuguhkan lukisan kehidupan anak-anak Palestina di Gaza dibatalkan secara sepihak oleh polisi di kota Heidelberg karena dinilai telah melanggar etika politik. Para panitia mengaku kesal karena sedianya pamaeran tersebut akan dimulai pada Rabu (10/8) namun dibatalkan sesaat sebelum akan dimulai.

Seperti dilansir surat kabar RNZ pada Selasa (23/8), pameran yang mengambil tema "Pengalaman, Ketakutan dan Mimpi Anak-anak Palestina" tersebut mendapat kiriman sumber materi lukisan dari dua pusat rehabilitasi anak-anak yang berbasis di Gaza dan Ramallah. Beberapa lukisan menunjukkan gambar ledakan, kota yang dibakar dan tentara Israel dengan senapan serbu. Sebuah kelompok pro-Palestina yang bernama Palästina Nahost Initiative, telah mengatur gambar di sekitar gedung sejak 5 Agustus namun setelah itu mereka menyesali tingkah aparat setempat yang menurunkan gambar-gambar itu saat acara akan dimulai.

Agnes Bennhold, yang mewakili organisasi tersebut mengatakan bahwa dia marah atas langkah para aparat yang semena-mena dan sama sekali tidak membawa surat resmi pembatalan acara. Pihak RNZ Heidelberg mengatakan bahwa pembatalan tersebut sarat dengan niat politik yang tidak etis.

Namun pihak pemerintah kota setempat mengungkapkan pembatalan acara tersebut untuk menjaga netralitas politik negara setempat.

"Pameran ini juga mengungkapkan pernyataan mengenai konflik di Timur Tengah. Karena pemerintah kota berkomitmen untuk netral, pementasan pameran dengan konten ini sangat politis dan tak mungkin pemerintah mengakomodasinya. Poster yang kami garis bawahi terdapat kata-kata bahasa Arab seperti Jihad, kemerdekaan, Yerusalem, Arab. Kata jihad akan disalahpahami oleh media mainstream dan dengan mudah akan dikaitkan dengan organisasi teroris. Jelas media tidak akan mau mengakui kalau arti jihad adalah berjuang untuk sesuatu, bukan hanya perang," jelas perwakilan Pemerintah Kota Heidelberg saat memberikan surat klarifikasi pembatalan yang dikeluarkan pada Senin (12/8).