Heboh Atlit Internasional Berbekam. Ikut Sunnah Rasulullah?

Perenang Amerika Serikat Michael Fred Phelps II atlit Olimpiade Rio berbekam untuk memulihkan kondisi tubuhnya
 Michael Fred Phelps II

bersamaislam.com Rio de Janeiro - Seorang perenang Amerika Serikat Michael Fred Phelps II dikabarkan akan ikut dalam perlombaan berenang pada acara pertama Olimpiade Rio pada Minggu malam (14/8). Uniknya, saat menjalani sesi latihan pada Senin (8/8), pria yang lahir di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat pada 30 Juni 1985 tersebut terlihat mempunyai tanda merah bulat yang tersebar di seluruh punggungnya. Ia menyebutkan bahwa itu adalah efek dari pengobatan cupping (bekam) yang dijalaninya untuk mengobati beberapa gejala sakit ringan yang ia alami dalam beberapa minggu ini. Pengobatan ini identik dengan yang pernah dijalani oleh Rasulullah yaitu hijamah (berbekam), yaitu metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh untuk membantu memulihkan penyakit.

Dalam agenda latihan Olimpiade tersebut, bintik-bintik serupa juga terlihat pada atlet lainnya, termasuk beberapa pesenam pria dari Amerika Serikat. Tanda tersebut menurut pihak manajemen atlit adalah hasil dari terapi bekam, yang merupakan teknik penyembuhan yang sudah sering dilakukan turun temurun pada saat ajang Olympiade.

Teknik bekam mereka menggunakan sistem pompa hisap. Para atlet dipasang sejenis cangkir pada kulit punggung mereka dan dihisap dengan pompa. Beberapa pihak manajemen mengatakan bahwa teknik ini meningkatkan aliran darah dan mempercepat penyembuhan sakit otot sang atlit. Bintik-bintik memar tersebut akan bertahan hingga dua atau tiga minggu. Salah seorang perenang Amerika Natalie Coughlin juga ikut mendapatkan pengobatan serupa.

Phelps menambahkan bahwa teknik cupping itu menjadi rutinitasnya untuk membantu pemulihan stamina untuk persiapan Olimpiade Rio. Ia merasa tidak keberatan dengan teknik pengobatan tersebut walaupun sebagian fansnya menganggap hal itu sangat menyakitkan.

"Itu jelas terlihat menyakitkan. Tetapi jika itu membuat otot Anda merasa lebih baik, dan berhasil membawa Anda ke Olimpiade, kenapa tidak?," ujar pria berumur 31 tahun tersebut seperti dilansir Vox pada Senin (8/8).

Post a Comment

0 Comments