Pemakaman Kakek Dermawan Nan Sederhana Ini Dihadiri Ribuan Orang

kisah nyata kakek yang dermawan dan sederhana dari Pakistan yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang miskin telah meninggal dunia
Abdul Sattar Edhi (img:bbc)

bersamaislam.com Islamabad - Seorang dermawan terkenal dan sederhana dari Pakistan bernama Abdul Sattar Edhi, yang mendedikasikan hidupnya untuk orang miskin, telah meninggal dunia pada usia 88 tahun. Keluarga Mr Edhi mengatakan ia meninggal pada hari Jumat (8/7) di sebuah rumah sakit di Karachi, tempat di mana ia telah menjalani perawatan selama berminggu-minggu atas penyakit yang dideritanya. Media setempat menuturkan bahwa pemakamannya dihadiri ribuan orang.

Seperti dilansir situs berita BBC pada Sabtu (9/7), Yayasan yang pernah diinisiasi oleh Edhi menyediakan berbagai layanan sosial gratis, termasuk ambulan, panti asuhan dan bantuan untuk orang tua dan orang cacat.

Ribuan orang berbondong-bondong menuju ke Stadion Nasional di Karachi pada hari Sabtu (9/7) untuk menghadiri pemakamannya. Upacara pemakaman juga diamankan oleh para tentara.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengungkapkan kesedihannya atas kematian Mr Edhi dan berdoa semoga ia mendapatkan tempat terbaik di surga.

"Kami telah kehilangan seorang tokoh yang besar rasa kemanusiaannya. Dia adalah wujud nyata dari cinta bagi sesama dan sosial kepada yang tak berdaya dan miskin," kata Sharif sambil berkaca-kaca.

Peraih Hadiah Nobel Malala Yousafzai menyatakan Mr Edhi sebagai tokoh legendaris.

"Dia menjalani hidupnya untuk kehidupan dan kebahagiaan orang lain dan itulah sebabnya ia adalah panutan. Saya tidak pernah melihat orang lain yang seperti dia," kata Malala kepada wartawan BBC.

Dia juga mengulangi seruan agar Mr Edhi diberikan Hadiah Nobel Perdamaian. Pejabat setempat mengatakan, ribuan orang menghadiri pemakaman di dalam stadiun, sedangkan ribuan lainnya tidak dapat masuk karena kapasitas stadiun yang terbatas.

Setelah berlangsungnya doa dan hormat senjata oleh tentara pada saat acara tersebut, jasad Mr Edhi dibawa ke desa kelahirannya, yang ia dirikan 25 tahun yang lalu untuk disemayamkan di sana.

Seperti penuturan koran Dawn, Mr Edhi berasal dari keluarga pedagang Gujarat dan merantau ke Pakistan pada tahun 1947. Namun dia memutuskan untuk memulai usaha amalnya setelah melihat bagaimana negara gagal membantu merawat ibunya yang lumpuh dan sakitnya yang semakin parah.

Dia membuka klinik pertamanya pada tahun 1951 dan Yayasan Edhi tumbuh menjadi organisasi sosial terbesar di negara itu dengan membangun sekolah, rumah sakit dan layanan ambulans di seluruh pelosok negeri.

Pada tahun 2014 ia mengatakan kepada BBC bahwa kesederhanaan, kejujuran, kerja keras dan ketepatan waktu adalah pilar karyanya.

"Ini adalah tanggung jawab setiap orang untuk mengurus orang lain, itulah yang menjadi sarana manusia. Jika lebih banyak orang berpikir seperti itu, begitu banyak masalah bisa diselesaikan," katanya.

Ia juga dikenal karena gaya hidup yang sederhana. Ia dikabarkan hanya memiliki dua stel pakaian dan tinggal di sebuah ruangan kecil yang tidak banyak perabot yang terletak di sebelah kantor yayasannya. Mr Edhi didiagnosis gagal ginjal pada 2013. Pada bulan Juni lalu ia menolak tawaran dari mantan presiden Asif Ali Zardari untuk mendapatkan perawatan intensif di luar negeri. Ia bersikeras berobat di sebuah rumah sakit pemerintah di Pakistan.

Post a Comment

0 Comments