Sejarah Panjang Kehancuran Aleppo Sebelum Kekuasaan Assad

Inilah rincian sejarah panjang penghancuran kota Aleppo
Kota Aleppo tahun 1920 (img: wikipedia)

bersamaislam.com Aleppo - Aleppo merupakan sebuah kota yang sarat dengan sejarah penghancuran oleh musuh-musuh Islam. Seperti dikutip dari Wikipedia, Aleppo atau dalam bahasa Arab disebut Ḥalab adalah kota terbesar kedua setelah Damaskus yang merupakan ibukota Suriah. Penduduknya berjumlah sekitar 2.130.000 jiwa berdasarkan sensus tahun 2005.

Kota Aleppo termasuk kota tertua di dunia dan sudah ada sejak tahun 2000 SM. Dalam naskah Babilonia Kuno pada tahun 750 SM, sudah tercantum nama Halab, begitu pula nama Aleppo dalam inskripsi Mesir Kuno pada abad ke-16 SM. Aleppo pernah berubah nama menjadi Beroia oleh Seleucus Niktator pada tahun 312 SM pada masa kekuasaan Raja Seleukus.

Letak Aleppo yang sangat strategis membuatnya mudah untuk menjadi pusat perdagangan, hingga banyak bangsa yang ingin menaklukan Aleppo. Mulai dari bangsa Hitit (2000 SM), Mesir dan Asiria (abad ke-8 SM), Persia (abad ke-6 SM), Macedonia (332 SM), Romawi (64 SM), Arab (635 M), Tatar (1260), Mongol (1398), dan Perancis (1920 M).

Secara resmi, kota Aleppo menjadi bagian dari negara Suriah sejak tahun 1944. Kota yang pernah dijuluki Ash-Shahbaa tersebut sempat diguncang gempa bumi pada tahun 1822 dan 1827 yang mengakibatkan sebagian besar bangunan bersejarah mengalami kerusakan parah.

Berikut rincian sejarah panjang penghancuran kota Aleppo dari zaman ke zaman.

  • Tahun 540, Aleppo dijarah dan dibakar oleh Persia Sasania raja Khosrow I.


  • Tahun 962, Aleppo dikepung dan dijarah oleh tentara Bizantium dari Nicephorus II Phocas. Sayf alDawlah pemimpin Muslim membangunnya kembali dan Aleppo dibangun kembali dalam pemerintahan baru.
  • Tahun 1138, Gempa bumi menghancurkan sebagian besar dari Aleppo. Raja Nur Aldin Zinki datang dan membangun kembali dari awal.
  • Tahun 1260, Bangsa Tatar Mongol yang dipimpin oleh Hulaku ingin menguasai Aleppo. Dia membantai penduduk dan menjarah kota. Bangsa Mongol diusir dari Suriah oleh Raja Mamluk Mesir. Kota ini terus menderita, termasuk oleh wabah penyakit tahun 1348 dan diserang oleh bangsa Timur pada tahun 1400.
  • Tahun 1822, 200 tahun yang lalu, sepertiga dari penduduk Aleppo tewas dan bangunan hancur oleh dua gempa bumi besar.
  • Pada tahun 1979, ayah Presiden Suriah Al-Assad, Hafiz Al-Assad yang beragama Syi'ah dan berkuasa selama tiga periode berusaha dikudeta oleh rakyat namun terjadi huru hara yang sangat parah dan membuat lebih dari 2000 orang tewas. Kejadian tersebut terjadi setelah hari raya Idul Fitri.