Salut, Ulama Pesantren Ini Pelajari Corel Draw Untuk Menulis Kitab

ulama ini sedang mengoperasikan Corel Draw untuk menulis kitab dan memaknainya dengan tulisan Arab Pegon
Mbah Manaf sedang mengoperasikan Corel Draw

bersamaislam.com Jepara - Foto seorang ulama di sebuah pesantren tradisional di Jepara bernama Mbah Manaf yang sedang memakai laptop sedang heboh di dunia maya. Gambar yang diunggah oleh Fanpage Santri Online pada Senin (2/5) tersebut diabadikan di Pondok Pesantren Nailun Najah, Kalinyamatan, Jepara, saat si Mbah sedang menulis kitab. Yang menjadi keunikan dalam photo ini adalah ternyata sang kakek sedang mengoperasikan software Corel Draw, yang merupakan software yang terbilang sulit dalam dunia komputer, untuk menulis kitab dan memaknainya dengan tulisan Arab Pegon. Dia menggunakan Corel Draw dikarenakan hanya software tersebut yang paling mudah untuk mendesain dan menulis aksara yang sulit ditulis di software Microsoft Word.

Berdasarkan istilah, seperti dikutip Wikipedia, huruf Pegon adalah huruf Arab yang dimodifikasi untuk menulis bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Kata Pegon berasal dari bahasa Jawa yaitu "pégo" yang berarti menyimpang. Karena bahasa Jawa yang dituliskan kedalam huruf Arab dianggap sesuatu yang tidak lazim. Berbeda dengan semua huruf Jawi, yang ditulis gundul, huruf pegon hampir selalu dibubuhi tanda vokal. Jika tidak dibubuhi, maka tidak disebut pegon, melainkan Gundhil. Bahasa Jawa memiliki kosakata vokal yang lebih banyak daripada bahasa Melayu sehingga vokal perlu ditulis untuk menghindari kerancuan dalam penyebutan.

Fanpage tersebut menyebutkan bahwa Mbah Manaf tidak menyerah dengan keadaan usianya yang tidak lagi muda dan dengan keterbatasan inderanya. Ia tetap semangat belajar komputer yang merupakan perangkat yang lazim digunakan oleh generasi muda. Dulunya Mbah Manaf sangat awam dengan dunia komputer, namun dengan semangat dan visi menulis kitab, ia akhirnya mampu mengoperasikan Corel Draw untuk menulis kitab dan memaknainya dengan tulisan Arab Pegon.

"Dia tidak pernah sekolah, hanya lulusan Pesantren Sarang. Ia telah menghasilkan banyak kitab-kitab yang telah diterjemahkan ke dalam aksara Arab Pegon, mulai dari Kitab Jamiul Ushul Auliya dan lain-lain," tulis Fanpage yang beranggotakan 20 ribu likers tersebut.

Netizen pun menanggapi foto ini dengan kekaguman kepada si Mbah.

"SuBhanalloh...Barokaalloh..smga Beliau Diberi kesehatan dan bisa trus berkarya," tulis akun Raila's Taufiq HasBulloh.

"Mantaaaap & saluuut utk semangatnya, semoga bisa menginspirasi yang muda," ujar Franz Effect Xavier.