Masya Allah, Surat Al-Fath Jadi Mahar Pernikahan Gadis Aceh Ini

Gadis Aceh ini dinikahi oleh seorang hafidz dengan mahar surat Al-Fath
Elfira Syuhada dan Bahrul Walidin (img:fb)

bersamaislam.com Banda Aceh - Pernikahan dengan mahar yang tidak biasa, yaitu dengan salah satu surat di dalam Al-Quran ternyata sedang tren di tanah air. Salah satunya gadis Aceh yang bernama Elfira Syuhada (25) yang merupakan alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Negeri Islam (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh ini rela dinikahi oleh seorang penghafal Al-Quran bernama Bahrul Walidin (29) dengan mahar surat Alfath, yang merupakan surat ke 48 di urutan surat Alquran.

"Seorang pemuda yang baru pulang dari Yaman dan alhamdulillah sudah menjadi hafidz, datang melamar saya. Dia datang tiba-tiba, lamarnya tiba-tiba dan akad nikah juga mendadak. Masalah mahar, karena ia seorang hafidz, saya pribadi meminta surat Al-Fath, sebagai mahar pernikahan," jelas Elfira seperti dilansir Serambinews pada Jumat (6/5).

Pasangan ini rela kisah mereka diberitakan dengan maksud menjadi dakwah agar setiap pengantin akrab dengan suasana Al-Quran. Suami istri yang menikah di aula Masjid Al Makmur Lampriek, Kota Banda Aceh pada 18 Oktober 2015 ini mengaku mendapat banyak keberkahan setelah menikah.

"Saya dinikahi dengan mahar hafalan Surat Al-fath, Subhanallah ternyata setelah itu kami tak menyangka malah mendapat rezeki lain untuk pernikahan kami," katanya.

Ia mengaku ingin menjadi sebaik-baiknya muslimah seperti di hadits Rasulullah SAW, yaitu yang rela meringankan maharnya ketika dilamar.

"Dan calon suami saya saat itu juga ingin menjadi sebaik-baik lelaki yang meninggikan maharnya. Karena keluarga juga senang dengan kehadiran kami, alhamdulillah justru kami mendapat banyak keberkahan setelah itu. Alhamdulillah hampir semua tamu berjumlah sekitar 400 orang di Masjid tersebut terharu dengan bacaan suami saya. Ia memakai irama bacaan Syeikh Maher Al Muaiqly," kenangnya.

Pria yang menjadi suami Elfira Syuhada adalah alumni Universitas Andalus, Yaman dan berasal dari Kecamatan Titeu, Kabupaten Pidie. Menurut penuturan Elvira, mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Pasangan ini bertemu dan bersalaman pertama kali pada akad nikah di masjid Al- Makmur Lampriek, Kota Banda Aceh.