Bart Ehrman: Yesus Tak Pernah Sebut Dirinya Tuhan

Sejarawan Kristen mempertanyakan bagaimana Yesus menjadi Tuhan sedangkan di dalam injil tidak ada perkataan bahwa Yesus adalah Tuhan
Sejarawan Bart Ehrman (img: wiki)

bersamaislam.com Kansas - Bart Ehrman, seorang sejarawan Kristen, pernah mengatakan ingin mengetahui bagaimana Tuhan menjadi manusia. Namun sekarang, sebagai seorang agnostik ia ingin tahu bagaimana seorang pria menjadi Tuhan.

"Kapan dan mengapa para pengikut Yesus mulai mengatakan Yesus sebagai Tuhan dan apa yang mereka maksud dengan penyebutan tersebut?," tulisnya dalam buku barunya "Bagaimana Yesus Menjadi Tuhan: Kemuliaan dari Pengkhotbah Yahudi dari Galilea."

"Dalam buku ini saya tidak mengupas pertanyaan apakah Yesus adalah Tuhan, atau apakah dia benar-benar bangkit dari kematian," kata Ehrman seperti dilansir NPR di Amerika Serikat pada Senin (7/4/2014) lalu.

"Saya tidak mencantumkan kedua pertanyaan tersebut karena itu adalah pertanyaan teologis berdasarkan keyakinan agama dan saya menulis buku sebagai seorang sejarawan," lanjutnya.

Ehrman adalah penulis beberapa buku tentang agama Kristen masa awal, termasuk buku "Misquoting Jesus" dan buku "Jesus Interrupted".

Menurutnya, ada hal menarik untuk diteliti ketika membaca Injil Matius, Markus, Lukas dan John. Yaitu, lanjutnya, selama hidupnya Yesus sendiri tidak pernah menyebut dirinya Tuhan dan tidak menganggap bahwa ia sendiri adalah Tuhan, juga tidak ada satupun pengikutnya yang menyebut ia adalah Tuhan.

"Anda hanya akan menemukan Yesus menyebut dirinya Tuhan dalam Injil Yohanes, atau Injil yang terakhir diterbitkan. Tercantum disana bahwa Yesus mengatakan seperti ini; "Sebelum Abraham ada Aku" dan "Aku dan Bapa adalah satu," dan "Jika Anda melihat saya, Anda telah melihat Bapa", Ini semua adalah pernyataan yang hanya akan anda temukan di dalam Injil Yohanes. Dan yang menarik karena kita memiliki Injil sebelumnya dan kita membaca tulisan-tulisan Paulus, dan anehnya tidak satupun dari mereka yang mengatakan bahwa Yesus mengatakan hal-hal tersebut," jelas Ehrman.

"Saya pikir tidak masuk akal kalau Matius, Markus dan Lukas tidak menyebutkan Yesus adalah Tuhan jika saja hal itu adalah hal benar. Ini membuktikan bahwa hanya Injil Yohanes yang memberikan pemahaman yang berbeda diantara yang lain, dan ini sangat krusial," ujarnya.