Alhamdulillah, Setelah 5 Tahun Akhirnya Jurnalis Indonesia Kunjungi Suriah

Jurnalis dan wartawan Indonesia LKBN Antara, Net TV, Merdeka.com dan CNN Indonesia mengunjungi langsung negara Suriah untuk melihat sendiri keadaan disana
Para jurnalis Indonesia sedang meninjau salah satu shelter pengungsi Suriah di Artouz, Damascus (img: kbridamaskus)

bersamaislam.com Homs - Untuk pertama kalinya, jurnalis Indonesia mengunjungi langsung negara Suriah untuk melihat sendiri keadaan disana. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada 23 sampai 30 April 2016 dengan peserta yang terdiri dari Aziz Kurmala dari LKBN Antara, Lukmanul Hakim dari Net TV, Panda Surya Wijaya dari Merdeka.com dan Ike Agusta dari CNN Indonesia.

Kunjungan jurnalistik tersebut, seperti dilansir dari laman facebook KBRI Damaskus, bertujuan untuk menyelidiki masalah perlindungan warga negara Indonesia (WNI) oleh KBRI Damaskus di tengah konflik Suriah. Disamping itu juga sebagai bentuk pencegahan pengiriman TKI ilegal ke Suriah. Para Jurnalis meliput langsung isu sosial, keagamaan dan keamanan di Suriah. Secara khusus, kunjungan itu bertujuan untuk memberikan gambaran realita yang lebih berimbang mengenai isu Suriah sehingga dapat menjadi pelajaran berharga bagi warga di Indonesia.

Semula kunjungan dijadwalkan diadakan hanya di Kota Damaskus, namun dalam perkembangannya para peserta ternyata diizinkan oleh Pemerintah Suriah untuk meliput langsung ke kawasan yang hancur karena konflik, yaitu ke Palmyra, Kota Homs.

Para jurnalis, lanjut laman tersebut, mengakui bahwa upaya KBRI Damaskus dalam mengemban misi perlindungan di tengah gejolak konflik Suriah sangat berat. Mereka berhasil meliput langsung proses repatriasi WNI gelombang ke-275. Rombongan jurnalis juga berjanji akan mengangkat aspek perlindungan KBRI Damaskus pada berita laporan khusus di masing-masing media.

Rombongan jurnalis itu menyadari konflik yang terjadi di Suriah bukanlah konflik sektarian, terbukti dari kerukunan umat beragama yang terjalin selama ribuan tahun di masyarakat Suriah yang terbuka dan moderat. Maka dari itu, para peserta menetapkan untuk mengangkat berita tentang kondisi riil di Suriah agar publik di Indonesia semakin sadar akan bahaya perpecahan dan agar konflik serupa jangan sampai terjadi di Indonesia.

"Dalam kunjungan tersebut para peserta mengirimkan berita kunjungan untuk dimuat di medianya setiap hari, kecuali Net TV karena memerlukan waktu untuk mengolah gambar dan mengirimkannya ke Jakarta," tulis laman resmi KBRI Damaskus pada Selasa (10/5).

Selama lima tahun konflik Suriah, baru kali ini wartawan Indonesia secara resmi meliput langsung kondisi Suriah dari dalam negeri Suriah. KBRI Damaskus menyatakan bahwa warga Suriah mengharapkan kunjungan tersebut dapat membawa dampak positif sehingga informasi yang didapat oleh warga Indonesia bisa berimbang.