Tentang Islamophobia, Mantan Presiden Jerman Sebut Islam Milik Negara

Erdogan bertemu Mantan Presiden Jerman Christian Wulff tentang gerakan anti Islam di Jerman dan mengatakan Islam adalah milik negara
Mantan Presiden Jerman Christian Wulff  bersama Erdogan di Olympic Stadium (img:spokeo)

bersamaislam.com Berlin - Mantan Presiden Jerman Christian Wulff memberikan pendapatnya terhadap berjamurnya gerakan anti Islam di Jerman. Ia mengatakan hal yang bertentangan dengan apa yang diungkapkan oleh para politisi kanan yang membenci Islam. Ia malah mengatakan bahwa Islam adalah milik negara Jerman.

"Ketika 3 juta Muslim tinggal di negara kita, mereka milik bersama dengan agama mereka Islam di negara kita," kata Wulff, pada Kamis (21/4) di Berlin pada acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Wartawan Asing di Jerman (VAP).

Wulff, yang merupakan politisi Demokrat yang beragama Kristen, mengkritik keras rancangan program partai Alternatif populis sayap kanan untuk Jerman, Partai AFD.

Dalam rancangan program partainya, AFD memperingatkan warga terhadap Islamisasi Jerman dan menyerukan larangan pada simbol Islam, termasuk di beberapa menara di ibukota.

Mantan perdana menteri negara bagian Niedersachsen tersebut menentang pandangan tersebut dan mengatakan bahwa konstitusi Jerman menjamin kebebasan beragama bagi semua, termasuk hak umat Islam untuk secara bebas mempraktekkan dan mengajarkan agama mereka serta membangun masjid.

"Siapa pun yang mengatakan tidak ingin ada Islam di Jerman, tidak ingin Islam di Eropa, dia sedang melawan konstitusi kita," katanya seperti dilansir Trt World pada Jumat (22/4).

"Siapa pun yang mengatakan tidak ingin ada Muslim di Eropa, ia juga tidak bisa berkampanye untuk hak-hak orang-orang Kristen di bagian dunia lainnya. Dan heran jika ada orang yang mengatakan mereka tidak ingin ada orang-orang Kristen atau Yahudi saja," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, partai sayap kanan Jerman telah mengadopsi sikap anti Islam, sama halnya seperti Islamophobia yang sedang mengalami kenaikan di negara Eropa lainnya.

Partai ini telah melihat meningkatnya dukungan publik terhadap sikapnya tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu wakil pemimpin partai kanan, Beatrix von Storch, mengatakan kepada media setempat pada Minggu (17/4) bahwa Islam adalah ideologi politik yang tidak kompatibel dengan konstitusi negaranya.

"Muslim milik Jerman, tetapi Islam bukan milik Jerman. Kami larang membangun menara masjid, suara muazin dan kerudung yang penuh sampai ke lutut, "katanya kepada media Jerman, Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung.

Seperti diketahui, Jerman menampung 1,1 juta pengungsi tahun lalu. Sebagian besar dari mereka berasal dari Suriah, Irak dan Afghanistan yang melarikan diri dari perang. Jumlah tersebut telah menjadi beban bagi pemerintah setempat dan memicu sentimen anti pengungsi.

Jerman memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Perancis. Di antara hampir 4 juta Muslim di negeri ini, 3 juta berasal dari Turki. Kebanyakan dari mereka bermigrasi ke Jerman pada tahun 1960.