PM Hongaria: Hukum Negara Kami Melarang Islam!

PM Hongaria Viktor Orban mengatakan bahwa Islamisasi dan migran secara hukum dilarang
PM Hungaria bersama Presiden RI Joko Widodo (img:vibizmedia)

bersamaislam.com Budapest - Konstitusi Hongaria melarang Islamisasi untuk melindungi bahasa dan budaya Hungaria. Pernyataan tersebut dilontarkan Perdana Menteri Viktor Orban pada Senin (25/4).

Orban juga mengatakan konstitusi membuat pemerintah menentang segala jenis migrasi massal yang akan membahayakan prinsip-prinsip tersebut.

"Dengan jelas dan tegas, saya dapat menyimpulkan bahwa Islamisasi secara konstitusional dilarang di Hongaria," kata Orban seperti dilansir Hamodia di parlemen pada sebuah acara perayaan ulang tahun kelima konstitusi baru Hungaria yang sekarang dikenal sebagai Undang-Undang Dasar.

Orban mengutip Pengakuan Nasional dan pembukaan Dasar Hukum, yang merinci komitmen negara untuk mempromosikan dan melindungi warisan bahasa yang unik, budaya Hongaria dan perlindungan nasib hidup generasi mendatang.

Ia menyatakan bahwa masalah migran adalah masalah kedaulatan nasional.

"Kami memiliki hak untuk memilih siapa yang kita inginkan dan tidak ingin hidup disini," kata Orban dengan tegas.

Pemerintah Hongaria telah membangun pagar kawat berduri di perbatasan selatan untuk memblokir kedatangan migran untuk melanjutkan perjalanan ke negara-negara Eropa lainnya. Orban mengatakan ia ingin tak ada satupun migran di negara Eropa Timur.

Sebelum dibangun pagar tersebut, hampir 400.000 migran masuk Hongaria pada tahun 2015 untuk meneruskan perjalanan mereka ke negara-negara di Eropa Barat.

Hongaria telah menggugat Uni Eropa di Pengadilan Eropa untuk menghindari kerjasama dalam rencana Uni Eropa dalam program memukimkan kembali para migran. Pemerintah juga menyelenggarakan referendum nasional atas kuota Uni Eropa, dimaksudkan untuk menggalang dukungan politik dalam aksi anti imigran.