Luiz Hernandez, Pria Ganteng Yang Tinggalkan Dunia Modelling Demi Mesjid

Supermodel ganteng ini tinggalkan dunia modelling untuk berhijrah ke jalan Allah.
Luiz Ibrahim Hernandez Martinez

bersamaislam.com - Lelaki tampan dan shalih adalah dambaan semua wanita muslimah shalihah. Namun seringkali ketampanan malah menjadi ujian bagi laki-laki dalam menjalani hidupnya. Terjerumus kepada sifat sombong, angkuh dan sifat kurang terpuji lainnya sehingga jauh dari mesjid, pengajian, dan lain-lain.

Namun ketampanan dan kemewahan dunia hanya sementara. Setidaknya inilah yang diyakini oleh seorang pria ganteng yang berprofesi sebagai model internasional bernama Luis Ibrahim Hernandez Martinez.

Dengan tinggi 193 cm dan bola mata hijau terang membuatnya sangat laris di dunia modelling, bahkan beberapa majalah fashion bersedia membayar mahal untuk memajang wajah lelaki ini sebagai cover. Dikabarkan dengan sekali pemotretan saja, ia bisa menutupi biaya hidupnya selama setahun, sebuah jumlah yang sangat menggiurkan.

Di saat ia masih ada dalam top performa dunia modelling yang semakin glamor, ia tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan itu semua. Baru-baru ini ia memutuskan berhijrah secara total dan tidak takut akan berhenti rezekinya, karena ia hanya yakin pada Allah Yang Maha Memberi Rezeki.

Luis mulai menghafal Al-Quran untuk mengejar ketinggalannya dalam memaknai agama dikarenakan terbuai dengan dunianya yang dahulu ia geluti. Ia mulai fokus dengan aktivitas zikir, terlihat dari kalung tasbih yang selalu ia kenakan kemanapun ia pergi.

Kini ia mengabdi kepada Islam dengan meninggalkan semua label-label yang pernah melekat pada dirinya. Ia mengabdi di sebuah mesjid sebagai marbot. Dengan pekerjaan sehari-hari membersihkan semua bagian mesjid, peralatan, mengecat, dan lain-lain. Semua ia lakukan agar sisa hidupnya ia habiskan di dalam mesjid, karena ia merasa sangat tentram di sana.

"Agama Islam hanya bisa maju jika lingkungannya dijaga dengan baik. Mesti ada orang kaya, harus ada ahli ilmu, harus ada penghafal Al-Quran. Bagi yang tidak kaya, tidak ahli ilmu dan tidak hafal Al-Quran seperti saya, tanggung jawabnya adalah menjaga masjid," ujar Luis Ibrahim dengan tawadhu-nya.

sumber: Tribunnews