Agar Tak Menjadi Budak-Budak Dajjal Di Akhir Zaman

Ilustrasi

bersamaislam.com - Barang siapa mendengar ada Dajjal, hendaklah ia bersembunyi (menghindar) darinya. Demi Allah, ada seseorang mendatanginya dan ia mengira bahwa ia benar-benar beriman, lalu ia mengikutinya, karena banyaknya syubuhat (kesamaran) yang menyertainya.

Akhir zaman sudah semakin dekat, sudah begitu banyak tanda-tanda yang muncul dan bersesuaian dengan apa yang disabdakan Rasulullah SAW. Fitnah disana-sini terhadap umat Islam begitu meningkat, penguasaan negeri Syam oleh orang-orang Isfahan (IRAN) dimana disanalah Dajjal itu muncul, bersatunya mereka dengan Yahudi yang menantikan hal yang sama Sang Mata Satu (Dajjal) laknatullah 'alaih.

Huru-hara ini begitu dahsyatnya, bahkan banyak ulama sudah berpesan agar menjaga kewaspadaan terhadap hal ini, Umat harus selalu diingatkan akan fitnah Dajjal ini. Dajjal datang membawa kekufuran, menentang hukum Allah dan mengajak kita keluar dari beriman kepada Allah SWT menjadi beriman kepadanya, Kita berharap tidak bertemu dimasa-masa Dajjal berkuasa sehingga kita bisa menjaga keimanan kepada Allah.

Di samping menyampaikan bahaya fitnah Dajjal, ciri-ciri dan bentuk fitnahnya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga sudah memberikan cara agar kita selamat dari fitnah Dajjal. Berikut ini beberapa cara yang bisa kita tempuh supaya selamat dari fitnah Dajjal.

Pertama, Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah

Di antaranya memahami nama-nama Allah yang Maha Indah berikut sifat-sifat-Nya yang Maha tinggi yang tak bisa disamai seorang pun. Karena Dajjal dari jenis manusia, dia makan dan minum. Sedangkan Allah, suci dari hal itu. Dajjal juga buta sebelah matanya, sedangkan Allah tidaklah buta sebelah matanya. Tidak seorangpun bisa melihat Allah di dunia, sedangkan Dajjal -saat keluarnya- bisa dilihat manusia baik yang mukmin ataupun yang kafir.

Kedua, Berlindung kepada Allah SWT dari fitnah Dajjal

Dalam riwayat Shahih Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila salah seorang kalian selesai membaca tasyahhud hendaknya ia berlindung kepada Allah dari empat perkara. Beliau membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ , وَمِنْ عَذَابِ اَلْقَبْرِ , وَمِنْ فِتْنَةِ اَلْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ , وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اَلْمَسِيحِ اَلدَّجَّالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Masih Dajjal.” (Muttafaq 'alaih)

Ketiga, Mendalami Hadits-hadits Tentang Dajjal

Dajjal itu akan datang, kita harus tahu apa saja yang menjadi tujuan kedatangannya, fitnah-fitnah yang diciptakannya, tipu daya dan agar tidak menjadi budak-budaknya diakhir zaman. Beberapa kitab juga telah panjang lebar mengupasnya, seperti Al-Nihayah milik Ibnu Katsir, Ithaf al-Jama’ah milik Syaikh al-Tuwaijiri, atau Asyrath al-Sa-ah milik Syaikh al-Wabil, dan selainnya.

Keempat, Menghafal beberapa ayat dalam Surat Al-Kahfi

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa Al-Kahfi sebagai penyelamat kita dari Dajjal laknatullah 'alaih. Sebagian riwayat beberapa ayat penutupnya. Diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya, dari hadits Abu Darda’, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang hafal 10 ayat dari awal surat Al-Kahfi , maka ia akan diselamatkan dari Dajjal.” Dalam riwayat lain, “Sepuluh ayat dari akhir Al-Kahfi,” (HR. Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (2/92-93) berkata: sebab semua itu karena di awal-awalnya terdapat beberapa keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka siapa yang mentadabburinya tidak akan terkena fitnah Dajjal. Begitu juga di akhirnya. Firman Allah SWT dalam QS Al-Kahfi: 102 sebagai berikut :

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Kahfi: 102)

Kelima, Tidak Bergabung Dengan Dajjal

Hal yang paling utama saat mulai datangnya Dajjal adalah kita bisa tinggal di Kota Makkah dan Madinah, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa Dajjal tidak akan bisa memasuki kedua kota suci tersebut. Maka saat seorang muslim mengetahui Dajjal telah keluar, ia menjauh darinya. Karena Dajjal memiliki syubuhat dan kemampuan luar biasa yang Allah biarkan terjadi dengan kedua tangannya sebagai fitnah bagi manusia. Karena pada saat itu ada seseorang yang merasa memiliki iman kokoh, saat ia berjumpa dengan Dajjal, dirinya menjadi pengikut Dajjal.

Imam Abu Dawud dalam Sunannya meriwayatkan hadits dari Imran bin Husain, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

“Barang siapa mendengar ada Dajjal, hendaklah ia bersembunyi darinya. Karena, Demi Allah, ada seseorang mendatanginya dan ia mengira bahwa ia benar-benar beriman, lalu ia mengikutinya, karena banyaknya syubuhat (kesamaran) yang menyertainya.” (HR. Muslim, Ahmad, dan Al-Hakim. Syaikh Al-Albani mensahihkannya dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Semoga Allah menyelamatkan kita (kaum muslimin) dari fitnah Dajjal dan mejauhkan kita darinya. Wallahu A’lam.

Penulis: Adi Supriadi, MM / Haddad Assyarkhan
Twitter : @assyarkhan