Innalillahi, Pak Raden 'Si Unyil' Telah Berpulang ke Rahmatullah

Raden Soejadi, Pak Raden dan Si Unyil

bersamaislam.com - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dunia hiburan Indonesia kembali berduka dengan berpulangnya salah satu seniman legendaris, Drs. Suyadi alias Pak Raden yang menciptakan tokoh Si Unyil dan kawan-kawan, tadi malam sekitar jam 22.00 wib di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta.

Kabar meninggal ini disampaikan oleh asisten Pak Raden, Prasodjo Chusnato Sukiman melalui media sosial.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, telah wafat kakek kami tercinta, Drs Suyadi (Pak Raden) pada hari Jumat malam jam 22.20 WIB," demikian ditulis oleh Prasodjo di Facebook, Jumat (30/10) malam.

Prasodjo meminta masyarakat Indonesia untuk memaafkan segala kesalahan dan mendoakan beliau agar senantiasa dimasukkan ke dalam golongan orang beriman dan seluruh amalnya diterima oleh Allah SWT.

Kabar duka ini juga dibenarkan oleh petugas RS Pelni, relawan Pak Raden yang berada di RS dan juga cucu Pak Raden, Ilona.

"Tadi siang masuk ke ICU (intensive care unit), dia ada infeksi berat di paru kanan. Dia juga demam tinggi. Waktu itu, ibuku nemenin," kata Ilona di Kompas.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak RS tentang penyakit yang diderita Pak Raden. Rencananya jenazah akan disemayamkan di rumah duka, jalan Petamburan III, Jakarta.

Pak Raden, pria kelahiran Jember, 28 Nopember 1932 itu wafat pada usia 83 tahun. Di masa tuanya, beliau mengalami sakit di bagian kaki dan harus duduk di kursi roda sebelum dilarikan ke ICU rumah sakit Jumat siang.

Drs. Suyadi yang bernama lengkap Raden Soejadi menyelesaikan studi di jurusan seni rupa Institut Teknologi Bandung pada tahun 1960. Dia lalu melanjutkan belajar animasi ke Prancis, mulai tahun 1961 hingga 1963. Suyadi menciptakan tokoh Pak Raden dengan ciri khas blangkon jawa dan kumis tebal dalam serial anak-anak Si Unyil.

Pada tahun 80an dan 90an, film Si Unyil adalah kisah yang sangat digandrungi anak-anak. Meski hanya cerita anak-anak, tokoh-tokoh dalam film tersebut 'hidup' di realitas masyarakat, seperti Pak Ogah, Kinoi dan Unyil sendiri. (rms)