Emilia Renita dan OASE Syiah Minta Walikota Bima Arya Ditangkap

Emilia Renita saat berbicara dalam press conference

bersamaislam.com - Organisasi Syiah pimpinan Emilia Renita, OASE secara resmi menuntut penangkapan Walikota Bogor, Bima Arya karena dianggap anti Pancasila. Tuntutan ini diungkap dalam press release yang dikeluarkan lembaga tersebut pada Rabu (28/10/2015) kemarin.

Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE), bersama beberapa lembaga seperti BKOK dan GKI Yasmin Bogor melakukan press conference menyusul pelaksanaan deklarasi anti syiah (ANNAS) dan aksi Bima Arya yang mengeluarkan surat edaran melarang kegiatan asyura syiah di kota Bogor.

Seperti dikutip dari Facebook Emilia Renita Az, Kamis (29/10/2015), press conference dilaksanakan di Jalan Diponegoro Nomor 70, Menteng, Jakarta Pusat. Judul press release dari OASE menuntut penangkapan Bima Arya, "Tangkap dan Adili Gerakan Provokasi Annas dan Oknum Walikota Bogor Yang Anti Pancasila".

Lebih lanjut di dalam release tersebut, OASE yang mengaku sebagai aliran Syiah berpaham 12 Imam maksum menuntut tindakan tegas dari kepolisian atas beberapa gerakan anti syiah yang mereka anggap intoleran dan memecah belah.

"Kami yang tergabung dalam kumpulan organisasi pecinta NKRI, penjaga falsafah bangsa Pancasila dan perekat makna bhineka tunggal ika, yang termasuk di dalamnya OASE (Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education) yang bermazhab/berpaham Syiah Itsna Asyariyyah yang mengakui 12 Imam Maksum keturunan Nabi Muhammad SAWW, dengan ini menghimbau secara serius kepada Bapak Kapolda Metro Jaya untuk segera mengusut dan mengambil tindakan tegas atas ulah segolongan intoleran yang menamakan dirinya Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) yang pada tangal 25 Oktober 2015 kemarin di tempat suci Masjid Al Barkah, telah dengan bebas merdekanya menghasut, menebar kebencian yang mengundang perpecahan desktruktif ke dalam elemen anak-anak bangsa Indonesia yang terlahir cinta damai dan welas asih kepada Syiah," demikian yang tertulis.

Beberapa pengikut Emilia mendukung dan memberi respon poisitif terhadap keberanian janda Jalaluddin Rakhmat tersebut. Untuk yang kontra, Emilia memberi tanggapan cukup serius.

"Seandainya sudah lewat Muharram pasti saya bereaksi beda. Untung masih Muharram sehingga saya terpaksa mengerem semua demi Imam Hussein as," tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, Walikota Bogor Bima Arya mengeluarkan Surat Edaran Walikota Nomor: 300/1321-Kesbangpol yang melarang perayaan hari asyura syiah di kota bogor. Surat ini dikeluarkan Bima menyusul beberapa pertimbangan dari MUI, ormas Islam, muspida termasuk intelijen terkait keamanan. (ay)