Beda Hari Asyura 10 Muharram Bagi Muslim dan Agama Syiah

Lelaki dari kaum syiah melukai diri mereka sendiri dengan pisau dan berbagai senjata tajam lainnya pada perayaan asyura di tempat ibadah mereka, Jafaria, Kabul, Afghanistan (Foto: Huffingtonpost)

bersamaislam.com - Tanggal 10 Muharram jatuh pada hari Jumat (23/10/2015) kemarin. Kaum muslimin disunnahkan berpuasa pada hari tersebut atau biasa disebut puasa asyura. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim, "Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa kecil) pada tahun kemarin".

Bahkan ada yang berpuasa sejak sehari sebelumnya atau yang disebut dengan puasa Tasu'a, sebagaimana dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW agar berbeda dengan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10.

Namun berbeda bagi agama Syiah, mereka yang kerap mengaku bagian dari kaum muslimin ini mempunyai ritual asyura tersendiri. Alih-alih berpuasa, kaum syiah justru merayakannya di Karbala, Irak, dengan berbagai ritual 'aneh' yang intinya adalah meratapi kematian cucu baginda Rasulullah SAW, Hussein alaihissalam.

Seperti dalam foto di atas, puluhan pria syiah melukai tubuh mereka sendiri menggunakan berbagai senjata tajam terutama pisau, pada Rabu (21/10/2015) di Afghanistan. Mereka mengaku, ritual ini dilakukan untuk merasakan penderitaan yang dialami oleh Hussein bin Ali bin Abi Thalib yang begitu disakralkan oleh mereka.

Selain itu, ritual lain yang mereka lakukan adalah berjalan di atas bara, mandi lumpur lalu mengelilingi api dan membawa Tazia, replika peti mati. Puncak ritual berlangsung pada hari asyura yaitu ketika para penganut syiah memenuhi kota Karbala. Mereka berjalan berbaris, mengenakan pakaian serba hitam sambil bernyanyi, memukul-mukul dada, bahkan beberapa diantara mereka menggunakan cambuk dan rantai, dan melukai dahi mereka sebagai bagian dari ritual menghukum diri.

Bangunan yang oleh penganut syiah disebut makam Imam Hussein (bawah)  dan makam Imam Abbas (atas), tempat mereka berkumpul menyambut puncak hari asyura di Karbala, 80 kilometer arah selatan Baghdad, Irak, Jumat (23/10/2015)

Hussein wafat pada tahun 680 Masehi di daerah Karbala, Irak. Menurut beberapa sumber, makam Hussein alaihissalam sebenarnya ada di kota Kairo, Mesir. Oleh pihak Kementrian Mesir, makam Imam Hussein yang ada di salah satu mesjid di Kairo ditutup pada tanggal 9 dan 10 Muharram namun orang-orang dapat beribadah seperti biasa di mesjid. Ini dilakukan untuk mengantisipasi upaya yang dilakukan oleh penganut syiah untuk melakukan ritual yang tidak punya landasan dalam Islam. Dikutip dari situs youm7.com (23/10/2015).

Ritual berjalan di atas bara

Ritual merantai diri

Pisau dan berbagai senjata tajam yang dipergunakan dalam ritual dijual oleh seorang pedagang

Ritual menyiksa diri ini juga didapati pada beberapa sekte umat Katholik. Menurut informasi dari seorang biarawati yang merawatnya, Paus yang terakhir yaitu Paul II termasuk yang melaksanakan ritual ini. (ay/huffingtonpost/youm7)