Alhamdulillah, Si Pencipta Jam 'Bom' Diundang Umrah Kerajaan Arab Saudi

Ahmad Muhammad Hasan, pelajar Amerika keturunan Sudan pembuat jam yang dikira bom

bersamaislam.com - JEDDAH, Masih ingat dengan Ahmad Muhammad Hasan? Pelajar sekolah menengah yang ditahan polisi Amerika karena mengira jam buatannya adalah sebuah bom. Pelajar berbakat itu tengah melaksanakan ibadah umrah atas undangan kerajaan Arab Saudi sebagai Royal Guest. Alhamdulillah.

Seperti diberitakan Arabnews, Hasan, 14, tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada Jumat (09/10/2015). Selain beribadah ke Masjidil Haram, dia juga berencana mengunjungi sanak keluarganya. Hasan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Saudi.

Awad Qarshom, kepala komunitas Sudan di Jeddah mengatakan akan mengontak keluarga Ahmad Hasan untuk merayakan syukuran atas prestasi pelajar tersebut dan melibatkan Konsulat Sudan.

"Kita akan memberikan penghargaan kepada Ahmad atas kreatifitasnya," kata Awad.

Hasan adalah pelajar tingkat menengah di sekolah MacArthur High, Irving, Texas, Amerika Serikat. Bulan September yang lalu dirinya ditahan dengan tuduhan membawa bom ke sekolah. Jam digital yang dirakit sendiri oleh Hasan, rencananya akan ditunjukkan kepada guru Teknik agar dia diterima masuk klub robotik. Namun guru Bahasa Inggris menyangka bom dan melaporkannya kepada kepolisian Texas.

Jam buatan Hasan dari kotak pensil dan hologram

Ahmad ditahan selama tiga hari hingga kasus yang menimpanya menjadi viral di dunia maya ke seluruh penjuru dunia. Mark Zuckerberg hingga Presiden Obama bahkan mengundangnya untuk menunjukkan jam tersebut.

Paman Hasan, Musa, menceritakan peristiwa yang sama pernah menimpa kakek Hasan diusianya 14 tahun.

"Ayah saya adalah orang yang sangat mencintai ilmu pengetahuan. Dia sadar bahwa sekolah yang berafiliasi dengan Inggris adalah yang terbaik, ia melarikan diri dari desa untuk belajar di kota Omdurman, meskipun ayahnya sangat menentang. Tapi setelah ia berjalan kaki beberapa kilometer, salah satu warga setempat menangkapnya, menahannya selama beberapa jam, dan mengirimnya kembali ke keluarganya. Dia akhirnya kembali ke sekolah Khalawie," tutur Musa.

(Ahmad Yasin)