Nicolas Anelka Bicara Keislaman Dirinya dan Diskriminasi Prancis

Nicolas Anelka (Foto: ibtimes)

bersamaislam.com - Nicolas Anelka, salah seorang pemain sepak bola yang paling sukses, adalah seorang muslim yang taat. Dalam sebuah wawancara dengan media timur tengah Al Arabiya (28/03), pria yang kini berusia 36 tahun itu berbicara tentang Islam.

Anelka pernah bermain untuk banyak klub besar yaitu Real Madrid, Juventus, Chelsea, Arsenal, and Liverpool. Kini Anelka bekerja sebagai konsultan untuk sebuah klub sepak bola NA Hussein Dey (NAHD) di Aljazair.

“Aku punya kedekatan dengan Aljazair, karena aku tumbuh dan besar bersama banyak teman-teman Aljazair di Paris,” katanya.

“Aku berumur 16 tahun ketika masuk Islam. Aku sudah hidup dengan prinsip yang sama sebelum masuk Islam, membela kebenaran, memiliki nilai, dan aku biasa berpuasa Ramadhan karena aku kagum dengan orang-orang yang berpuasa di sekitarku. Lalu aku merasakan hubungan dengan Allah dan itu mencerahkan hidupku. Aku pun yakin bahwa ini adalah agama untukku," tutur pemain yang masuk ke dalam deretan pemain termahal itu.

Anelka juga menceritakan soal diskriminasi yang kerap dialami orang-orang minoritas seperti dirinya di Pranci.

“Jika anda mengirim CV dengan nama muslim, anda tidak akan layak dapat pekerjaan. Hanya di Prancis, anda harus menyembunyikan nama dan foto anda agar dapat pekerjaan. Diskriminasi di Prancis memang tidak bisa ditolerir lagi," ungkapnya. (rl/Arabiya)