![]() |
| Presiden Recep Tayyip Erdoğan tunjukkan simbol Rabia |
bersamaislam.com Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengecam pemimpin partai oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kılıçdaroğlu atas kritiknya terhadap penggunaan isyarat empat jari tangan "Rabia" Erdoğan yang menjadi populer di kalangan simpatisan Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia.
"Pemimpin partai oposisi utama di Turki sangat cemburu dengan isyarat jari saya. Dia mengatakan itu adalah simbol organisasi teroris. Sebaiknya saya menjelaskan maksudnya. Isyarat ini mengandung arti: Satu bangsa, satu bendera, satu tanah air dan satu negara bagian," jelas Erdogan di Ankara pada Rabu (7/6).
"Saya ingin tahu apakah anda merindukan beberapa negara bukan satu negara di negara ini? Itukah sebabnya anda merasa tidak nyaman?," tanyanya.
![]() |
| Erdogan dan Morsi |
Komentar pedas Erdogan tersebut muncul setelah Kılıçdaroğlu mengkritik Erdoğan dan penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) atas dukungannya terhadap Ikhwanul Muslimin di Mesir.
"AKP mendukung Ikhwanul Muslimin. Pemimpin AKP adalah yang pertama melakukan hal tersebut. Ini sangat berbahaya. Mereka harus segera menghentikan dukungan mereka. AKP harus berhenti membuat isyarat tangan Rabia," kritik pemimpin CHP tersebut pada Rabu (7/6).
"Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab semua menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, namun Erdoğan membuat isyarat ini menjadi simbol AKP. Ini bukan lokal maupun nasional. Erdoğan telah membawa-bawa isyarat empat jari dari sebuah organisasi teroris dan membuatnya menjadi simbol," tega Kılıçdaroğlu.
Seperti diketahui, isyarat empat jari tersebut dinamakan berdasarkan lokasi Rabia Square di Kairo Mesir, yang merupakan lokasi pembantaian brutal oleh militer terhadap massa demonstrasi yang melawan kudeta yang ingin menggulingkan mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi pada tahun 2013 lalu.
Erdoğan sebelumnya sering membela gerakan Rabia di depan media nasional dan menyebutnya sebagai gerakan persatuan.
"Gerakan Rabia muncul setelah Morsi dipenjara. Saya menggunakan isyarat itu yang bermaksud satu negara, satu bendera, satu negara dan satu negara bagian. Pada saat yang sama simbol itu berarti Esma," jelasnya merujuk pada seorang gadis berusia 18 tahun yang terbunuh di Lapangan Rabia Mesir.
Saat berpidato pada Rabu (7/6) tersebut, Erdogan juga menuduh pemimpin oposisi utama bergandengan tangan dengan teroris.
"Alih-alih satu bendera, anda malah saling bahu-membahu dengan para teroris yang pernah menjadi anggota parlemen tapi sekarang dipenjara. Anda hadir di İstiklal Avenue di Istanbul untuk merayakan ulang tahun ke-4 demonstrasi Gezi. Anda menghadiri demonstrasi Gezi, di mana dua petugas polisi kita menjadi korban saat itu?," sindirnya.
"Kami punya satu bendera. Tapi Anda malah menjaga berkibarnya bendera teroris. Anda telah menunjukkan dukungan kepada mereka. Anehnya anda malah berani mengatakan gerakan Rabia adalah simbol organisasi teroris," kecamnya.
"Kami tidak mengakui negara lain selain Republik Turki. Jika ada negara lain yang anda yakini, anda harus pindah ke sana," tegas Erdogan.

