Pria Ini Ciptakan Payung Canggih Untuk Jamaah Haji

Desainer Mekkah dan Palestina payung pintar canggih dilengkapi dengan energi matahari, kipas, USB dan GPS.
Kamel Badawi (img:SciDev)

bersamaislam.com Kairo - Seorang desainer kelahiran Makkah, Arab Saudi, bernama Kamel Badawi baru-baru ini membuat inovasi untuk memudahkan ibadah haji di tanah suci. Pria yang pernah menjabat sebagai pengurus haji ini mempunyai pengalaman sebagai relawan haji semenjak ia masih kecil, karena itu ia sangat tahu hambatan para jamaah saat menunaikan haji. Kemudian ia bekerja sama dengan desainer Palestina untuk membuat sebuah Smart Umbrella, sebuah payung pintar canggih yang dilengkapi dengan sumber energi dari matahari dengan fitur yang canggih. Payung ini tidak hanya melindungi jamaah haji dari terik matahari, namun juga mempunyai fungsi yang lengkap untuk mengurangi hambatan yang ditimbulkan saat melakukan ibadah suci tersebut.

Payung yang bernama Kafya yang berarti cukup tersebut di desain dengan dua lapisan kain anti panas dengan 16 lapis namun tidak tebal. Sel surya yang ditempel dibagian atas mengalirkan energi listrik untuk didistribusikan ke sebuah kipas kecil yang dipasang di tengah untuk mendinginkan suhu pemakai. Di bagian lengan payung terpadang senter, yang berfungsi untuk membaca Al-Qur'an pada malam hari bila berada di pelataran Masjid. Disamping itu juga terdapat port Universal Socket Bus (USB) untuk mengisi daya ponsel, tablet dan gadget lainnya.

Fitur yang paling penting, lanjut Badawi, payung ini terkait dengan Global Positioning System (GPS) melalui kode khusus yang dihubungkan dengan smartphone pemegangnya. Nama pemakai, nomor telepon dan foto pribadi dapat dilacak secara cepat dan akurat, hingga dapat membantu mencari mereka dengan mudah bila tersesat, terutama berguna dalam situasi darurat, misalnya ketika orang tua renta jatuh sakit selama ibadah haji. Hal ini juga membantu jamaah untuk menjaga kedekatan dengan sahabat mereka saat bepergian hingga berkumpul kembali dengan mudah.

Canggihnya payung ini juga terhubung dengan sistem geografis peta wilayah, hingga dengan benda tersebut dapat dengan mudah mengirimkan peringatan ketika anggota kelompok melampaui jangkauan geografis yang ditetapkan oleh otoritas haji di Mekah.

"Payung dapat aktif selama 35 jam terus menerus bila dicas dengan penuh. Disamping itu juga dapat ditambah dayanya dengan sinar matahari," ujar Badawi seperti dilansir SciDev pada Senin (12/9).

 "Semua manfaat ini digabungkan dalam sebuah payung yang berbobot hanya 400 gram, dimana seseorang dengan berat 100 kg dapat menggunakannya sebagai tongkat," jelasnya.

Post a Comment

0 Comments