
bersamaislam.com Doha - Qatar mengumumkan bahwa negaranya berencana membangun sebuah distrik keuangan, seperti Wall Street yang ada di Amerika atau atau Canary Wharf yang ada di London. Diharapkan distrik keuangan ini menjadi pusat keuangan dan bisnis yang mengagumkan di Qatar. Apa saja yang menonjol dari proyek ini? Berikut berita yang dilansir oleh Aljazeera pada Selasa (20/9):
Lokasi “Wall Street” Qatar
Proyek ini telah mengalokasikan tiga ratus ribu meter persegi yang terletak di pusat ibukota Qatar, tepatnya di wilayah Msheireb, yang saat ini terus dibangun secara besar-besaran untuk menghidupkan jantung perdagangan lama Doha, dengan biaya lebih dari lima miliar dolar.
Wilayah ini tidak akan terbatas pada distrik keuangan saja, tetapi juga akan mencakup museum, situs kuno, hotel dan apartemen mewah.
Asal Mula Proyek
Proyek ini bermula dari Qatar Financial Centre (QFC). Kepala eksekutif QFC Yusuf Al-Jaidah mengungkapkan rencana pembangunan distrik keuangan ini pada konferensi pers hari Senin 19 September lalu. Ia menambahkan bahwa QFC akan pindah ke daerah Msheireb pada pertengahan 2017 dari lokasi saat ini di kawasan Teluk Arab.
Saat ini, ada lebih dari 300 perusahaan asing yang dibebaskan dari undang-undang properti lokal di bawah payung QFC, di antaranya adalah bank-bank internasional seperti Citigroup dan Deutsche Bank. Perusahaan-perusahaan asing ini tunduk pada peraturan yang ditetapkan oleh QFC. Sementara undang-undang Qatar menetapkan bahwa campur tangan perusahaan asing dalam kemitraan dengan perusahaan lokal adalah dengan syarat perusahaan lokal harus memiliki saham tidak kurang dari 51%.
Qatar telah mendirikan QFC pada tahun 2005 dalam rangka untuk "mengembangkan sektor jasa keuangan dan pembentukan lingkungan bisnis di tingkat internasional dengan cara menyediakan sarana yang mendukung perkembangan lokal, regional dan internasional."
Al-Jaidah mengatakan bahwa perpindahan QFC ke Msheireb akan mendorong lembaga-lembaga lain, termasuk Bursa Qatar, untuk melakukan langkah yang sama.
Fasilitas dan Manfaat
Al-Jaidah mengumumkan bahwa perpindahan QFC ke distrik keuangan di Msheireb bertujuan untuk "menciptakan zona keuangan dan perdagangan yang mengagumkan di Qatar". Ia mengatakan, "Ini terbangun dari komitmen kami dalam mengupayakan penambahan pemasukan yang beragam bagi pendapatan nasional Qatar."
Al-Jaidah menjelaskan bahwa distrik keuangan baru tidak hanya terbatas pada perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar di perusahaan QFC, tapi juga akan membuka pintu bagi perusahaan asing maupun domestik yang belum terdaftar.
Disamping itu, QFC juga bertujuan untuk mempermudah pembentukan perusahaan-perusahaan baru dalam lingkungan yang kompetitif dan membantu mengembangkan bisnis-bisnis lokal, sehingga bisa memperbanyak sumber pemasukan pendapatan nasional Qatar, dari pada hanya bergantung pada sektor ekspor hasil minyak dan gas.
Tapi ini tidak berarti undang-undang kepemilikan asing akan berubah di Qatar. QFC menjelaskan bahwa pada bulan Juni lalu, sudah ditetapkan undang-undang untuk membentuk tiga distrik khusus yang mengizinkan kepemilikan asing sebesar 100%.
Dalam menyambut piala dunia 2022, Qatar sebagai tuan rumah bersiap-siap untuk memperbanyak sumber pendapatan ekonomi nasional dalam menghadapi harga minyak dan gas yang menurun, yang tentunya berdampak negatif pada pendapatan pemerintah Qatar.
0 Comments