Pria Suriah Gendong Putri Ini Jualan Pena Untuk Bertahan Hidup

Abdul dan putrinya Reem, pengungsi Suriah yang berjalan jauh hingga ke Lebanon hanya untuk menjual pena guna mempertahankan hidup (Foto: mirror)

bersamaislam.com - Perang yang terus berlangsung di Suriah memaksa warganya untuk mencari kehidupan ke beberapa negara di belahan dunia. Mereka harus rela meninggalkan rumah dan terpisah dengan anggota keluarga lantaran menjadi korban perang yang sampai saat ini masih terus berlangsung.

Setelah bertahun-tahun perang, kini Suriah dalam kondisi porak poranda dengan ratusan ribu orang yang terus berjuang untuk bertahan hidup.

Seorang pria Suriah seperti dimuat laman Viral 4 Real menjual pena di jalan-jalan di kota Beirut Lebanon sambil menggendong putrinya yang sedang tertidur di bahunya. Tampak dari raut wajahnya jika ia sedang mengalami kesulitan. Tetapi dalam kondisi yang sulit dia tetap memilih cara yang jujur dan terhormat mencari uang untuk keberlangsungan hidup mereka.

Orang yang mencukupi kebutuhan hidup dengan merampas hak orang lain dengan mencuri dan tindakan serupa harus malu sendiri setelah melihat orang yang jujur ini berjuang untuk hidup meskipun hidup miskin.

Dari mirror.co.uk, Jumat (28/08/2015), diceritakan, pengungsi itu adalah Abdullah, dan anak perempuan yang sedang digendongnya adalah Reem, putrinya yang berusia 4,5 tahun. Dia adalah pengungsi dari Damaskus, negara Suriah dan sedang berjualan di Beirut, negara Lebanon demi bertahan hidup. Jarak antara Damaskus dan Beirut adalah 84 km.

Identitas pria tersebut terungkap setelah Gissur Simonarson, seorang aktivis warga Lebanon mengunggah foto pria dan anaknya itu ke twitter dengan taghar #BuyPens. Bahkan bantuan dana dari dunia maya pun akhirnya mengalir.

(Asymawi Ulwan)