Ini Rumah Haji Musa di Kampung Pulo Yang Tak Bisa Dirobohkan Eskavator Satpol PP

Rumah almarhum Haji Musa di Kampung Pulo (Foto: Liputan6)

bersamaislam.com - Kerusuhan dalam proses pembongkaran rumah warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur menyisipkan satu cerita aneh tapi nyata. Yaitu tentang sebuah rumah yang belum bisa dirobohkan oleh Eskavator meski sudah dicoba berulang kali.

Seperti dikutip dari berbagai media nasional, bukan hanya sekali petugas mencoba mengangkat dan merubuhkan rumah tersebut. Tapi sudah dicoba sampai empat kali. Dan setiap itu pula mesin eskavator selalu mati mendadak. Anehnya, saat petugas mencoba ke rumah yang lain, mesin langsung menyala normal.

Rumah itu adalah milik almarhum Haji Musa dan almarhumah Hajjah Nani. Lokasinya berada di RT 11 RW 03, 15 meter membelakangi Kali Ciliwung. Hari ini terlihat, rumah itu berdiri gagah di antara puing-puing bangunan karena rumah yang lain sudah selesai diratakan dengan tanah oleh petugas.

Peristiwa ini lantas membuat banyak masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Kali Ciliwung mendatangi rumah berlantai dua tersebut karena heran dengan kejadian yang tidak biasa itu. Sebagian besar warga menilai, rumah almarhum Haji Musa masih belum bisa dihancurkan karena dulu sering dipakai sebagai tempat ibadah dan pengajian oleh warga sekitar.

"Ibu Haji itu rumahnya sering buat pengajian. Ibu-ibu suka melakukan majelis taklim. Suaminya Haji Musa juga guru ngaji di daerah sini. Mungkin dapat sedikit keajaiban, rumahnya nggak bisa dihancurkan," kata Mimin, 43, seperti dilansir Detik (22/08/2015).

Namun ada juga warga dunia maya yang menilai adanya masalah dengan struktur bangunan sehingga sulit untuk dihancurkan.

"Logika saja, bangunan seperti itu tidak roboh oleh backhoe. Fakta sebenarnya adalah tembok rumah tersebut menyatu dengan tembok rumah sebelah yang tidak terkena pembongkaran. Yang menjadi pertimbangan operator backhoe, takut rumah sebelah ikut roboh. Jadi pembongkaran dihentikan," komentar Budi Purnomo di laman Merdeka.

Sebelumnya diberitakan, penggusuran rumah warga bantaran Kali Ciliwung berakhir ricuh dan menimbulkan bentrokan antara warga Kampung Pulo dengan pihak kepolisian dan satpol PP, pada Kamis (20/08/2015). Hal ini karena Gubernur DKI Jakarta, Basukti 'Ahok' Tjahaja Purnama tidak memenuhi kesepakatan yang sudah diambil sebelumnya.

(Ahmad Yasin)